KEPULAUAN RIAU — Fase gugur Piala Dunia 2026 memasuki babak yang paling dinanti. Perempat final mempertemukan tradisi besar melawan ambisi para pendatang baru yang haus prestasi. Laga-laga ini akan menentukan siapa yang melaju ke semifinal.
Prancis, juara bertahan 2018 dan finalis 2022, kembali berjumpa Maroko. Dua tahun lalu di semifinal Qatar, Maroko menjadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal. Kini mereka datang dengan pengalaman lebih matang.
Les Bleus tetap diunggulkan berkat kedalaman skuad. Namun Maroko sudah membuktikan diri sebagai tim disiplin dan sulit ditembus. Pertemuan ini bukan sekadar ulangan—ini ujian sesungguhnya bagi konsistensi Prancis.
Argentina datang sebagai juara bertahan dunia. Belgia datang dengan generasi baru setelah era emas 2018-2022 meredup. Kevin De Bruyne memang sudah tidak muda, tapi skuad Belgia kini lebih segar.
Argentina masih bergantung pada momen magis Lionel Messi di usianya yang ke-39. Pertanyaan besarnya: mampukah Belgia menghentikan pemain yang belum pernah kalah di laga gugur Piala Dunia sebagai kapten?
Spanyol datang dengan gaya khas: penguasaan bola tinggi dan tekanan konstan. Swiss datang dengan organisasi pertahanan yang rapi dan serangan balik mematikan. Dua filosofi yang saling bertolak belakang.
La Roja belum terkalahkan di turnamen ini. Swiss justru punya rekor buruk melawan Spanyol di turnamen besar—kalah di perempat final Euro 2020 dan Piala Dunia 2010. Tapi Swiss sudah lama tidak menjadi underdog yang takluk begitu saja.
Inggris melangkah ke perempat final dengan performa naik-turun. Norwegia datang dengan senjata paling mematikan: Erling Haaland. Striker Manchester City itu sudah mencetak enam gol di turnamen ini.
The Three Lions punya lini belakang solid yang dikomandoi John Stones. Tapi Haaland bukan tipe pemain yang bisa dihentikan dengan rencana biasa. Ini akan menjadi duel taktik antara Gareth Southgate dan Stale Solbakken.
Seluruh pertandingan perempat final akan digelar dalam empat hari berturut-turut. Pemenangnya akan melaju ke semifinal yang hanya berjarak tiga hari setelahnya. Tidak ada ruang untuk kesalahan.
Empat tim juara dunia membawa aura kemenangan. Empat kuda hitam membawa lapar prestasi dan kejutan. Siapa yang akan tersenyum di akhir pekan nanti?