TANJUNGPINANG — Perhelatan MTQ XII Kepulauan Riau tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi lokal, khususnya perhotelan. Selama kegiatan berlangsung, sejumlah hotel di ibu kota provinsi ini kebanjiran tamu, mengubah pola hunian yang biasanya sepi di hari biasa.
Salah satu yang merasakan dampak langsung adalah Hotel Melin yang berlokasi di kawasan Kota Lama. Hotel dengan 45 kamar ini menjadi tempat menginap resmi bagi kafilah Kabupaten Kepulauan Anambas. Sejak hari pertama pelaksanaan MTQ, hampir seluruh kamar terisi penuh.
“Biasanya tamu tidak seramai ini. Sejak MTQ berlangsung, tingkat hunian hotel meningkat cukup signifikan,” ujar Lina, resepsionis Hotel Melin, Kamis (9/7/2026).
Fenomena serupa juga terjadi di hotel-hotel lain di Tanjungpinang. Dalam satu kunjungan, rombongan peserta dan pendamping bahkan bisa memesan 10 hingga 15 kamar sekaligus. Lonjakan ini tidak hanya menguntungkan pengelola hotel, tetapi juga pelaku usaha mikro di sekitar lokasi MTQ, seperti warung makan dan jasa transportasi.
Peningkatan okupansi hotel ini menunjukkan bahwa event berskala provinsi mampu menjadi katalisator ekonomi daerah. Dengan ribuan orang berkumpul di satu kota dalam waktu bersamaan, permintaan terhadap akomodasi dan jasa pendukung ikut terkerek naik. Para pelaku usaha berharap efek serupa bisa terus berulang pada event-event besar berikutnya di Kepri.