KEPULAUAN RIAU — Memasuki pekan kedua Juli 2026, Pertamina masih mempertahankan struktur harga yang mulai berlaku sejak awal bulan. Tiga produk nonsubsidi—Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex—masih berada di level yang lebih rendah setelah dievaluasi pada 1 Juli lalu. Penurunan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin dua kali sebulan yang mempertimbangkan harga minyak dunia, kondisi fiskal, dan daya beli masyarakat.
Berbeda dengan tiga produk tersebut, Pertamax dan Pertamax Green 95 belum mengalami penyesuaian susulan sejak kenaikan terakhir pada 10 Juni lalu. Alhasil, harga kedua produk ini masih bertahan di level yang sama. Selisih harga antarwilayah pun masih terjadi, terutama dipengaruhi oleh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan ongkos distribusi di masing-masing daerah.
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, berikut daftar harga yang berlaku:
Tarif BBM di luar Pulau Jawa berbeda karena faktor logistik, geografis, dan kebijakan daerah. Di Aceh, misalnya, Pertamax dibanderol Rp16.650/liter, lebih mahal Rp400 dibandingkan Jawa. Sementara di FTZ Sabang dan FTZ Batam, harga Pertamax justru lebih murah—masing-masing Rp15.250/liter dan Rp15.500/liter—karena insentif kawasan bebas pajak.
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp17.000/liter, sama dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Adapun di Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax masih di Rp16.650/liter. Wilayah Bali, NTB, dan NTT mengikuti harga Jawa: Pertamax Rp16.250/liter.
Dua produk bersubsidi, Pertalite (RON 90) dan Biosolar Subsidi, masih konsisten di seluruh Indonesia. Pertalite dibanderol Rp10.000/liter di semua provinsi, sementara Biosolar Subsidi tetap Rp6.800/liter. Kebijakan ini memastikan akses bahan bakar murah bagi masyarakat di daerah terpencil sekalipun.
Untuk produk nonsubsidi, perbedaan harga antardaerah bisa mencapai lebih dari Rp1.000/liter. Contohnya, Pertamax Turbo di FTZ Batam hanya Rp18.350/liter, sedangkan di Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan mencapai Rp20.150/liter. Konsumen disarankan mengecek harga di SPBU setempat sebelum mengisi penuh tangki.