BATAM — Efisiensi biaya logistik itu diumumkan setelah serangkaian pembenahan besar-besaran di TPK Batu Ampar. Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menyebut modernisasi ini bagian dari strategi menciptakan sistem logistik yang efisien dan mampu bersaing dengan pelabuhan utama Asia.
"Peningkatan layanan kepelabuhanan menjadi prioritas yang diarahkan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra," kata Denny dalam keterangan yang diterima pekan lalu.
Modernisasi terminal dilakukan melalui kolaborasi BP Batam bersama PT Batam Terminal Petikemas (BTP) dan PT Batu Ampar Container Terminal (BACT). Investasi senilai sekitar USD85 juta digelontorkan untuk memperkuat fasilitas bongkar muat, memperluas area penumpukan, mendatangkan peralatan modern, dan mengintegrasikan layanan digital.
Hasilnya terlihat dari waktu pelayanan kapal yang dipangkas drastis. Jika sebelumnya proses penyelesaian bongkar muat sebuah kapal membutuhkan waktu sekitar 20 jam, kini hanya tujuh jam. Pengurangan waktu tunggu ini langsung memangkas biaya operasional perusahaan pelayaran dan pelaku usaha.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, aktivitas bongkar muat di TPK Batu Ampar mencapai lebih dari 221 ribu TEUs. Sebagian besar berasal dari perdagangan internasional yang terus menunjukkan tren positif.
Konektivitas juga ikut menguat. Frekuensi kapal tujuan luar negeri dengan layanan langsung (direct call) meningkat, memberi lebih banyak pilihan bagi eksportir tanpa harus melalui pelabuhan transit. Dengan ongkos kirim yang lebih murah, produk ekspor Batam diyakini bakal lebih kompetitif di pasar global.
BP Batam optimistis modernisasi TPK Batu Ampar akan menjadi fondasi penting mewujudkan Batam sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.