BATAM — Warga Lubukbaja tidak hanya datang untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa catatan atas kerja nyata pemerintah kota. Salah satu yang paling dirasakan adalah respons cepat terhadap krisis air bersih di kawasan Tanjunguma.
“Kami sangat berterima kasih. Saat warga kesulitan air, bantuan mobil tangki segera turun. Kami juga mendapat kabar baik bahwa pembangunan pipa menuju Tanjunguma dipercepat dan ditargetkan selesai akhir tahun ini. Ini solusi nyata,” ujar tokoh masyarakat Zulkifli Ismail.
Selain pasokan air, warga juga memuji progres penyelesaian sertifikasi lahan Kampung Tua seluas 22 hektare. Proses yang sebelumnya berlarut-larut kini dinilai berjalan lebih baik berkat dukungan penuh Pemerintah Kota Batam.
Tokoh masyarakat lainnya, Suyatno, mengapresiasi gaya kepemimpinan Amsakar-Li Claudia yang aktif turun ke lapangan, termasuk melakukan inspeksi malam hari untuk memastikan keamanan fasilitas publik. Namun, ia juga mengingatkan perlunya penanganan titik-titik rawan longsor di Lubukbaja untuk mengantisipasi risiko saat musim hujan tiba.
Menanggapi berbagai masukan, Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan bahwa pelayanan publik adalah prioritas utama. Ia memastikan seluruh perangkat daerah (OPD) diminta bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk, terutama yang disampaikan melalui RT dan RW.
“Apa yang sudah kami janjikan, insyaallah akan kami tunaikan. Memang ada yang butuh proses, tapi semua akan kami kerjakan bertahap sesuai kemampuan,” tegas Amsakar di hadapan warga.
Pemkot Batam memaparkan sejumlah program yang sudah berjalan, antara lain:
Sebagai bentuk apresiasi atas jasa mereka dalam melayani masyarakat, pemerintah kota telah menyalurkan insentif kepada 24.348 perangkat masyarakat. Mereka terdiri dari ketua RT, ketua RW, imam masjid, guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan unsur masyarakat lainnya.
Di akhir pertemuan, masyarakat menyatakan komitmennya untuk terus menjaga kekompakan, keamanan, dan kondusivitas lingkungan. Hal ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelancaran pembangunan di Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar-Li Claudia.