BATAM — Layanan pemenuhan gizi bagi warga Batam kembali bergulir pekan depan setelah jeda panjang. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam mengkonfirmasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan aktif kembali pada Senin, 20 Juli 2026.
Penghentian sementara layanan sejak 29 Juni lalu merupakan penyesuaian terhadap kalender pendidikan. Meski sejumlah sekolah sudah memulai tahun ajaran baru pekan ini, SPPG memilih mengaktifkan seluruh dapur secara bersamaan.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Batam Defri Frenaldi mengungkapkan bahwa keseragaman jadwal dipilih agar distribusi makanan berlangsung simultan di semua satuan pendidikan. Keputusan ini mengacu pada edaran resmi Dinas Pendidikan Kota Batam.
"Kami akan kembali operasional minggu depan. Kami mengikuti kebijakan daerah terkait libur sekolah dan seluruh dapur akan kembali operasional secara serentak," ujar Defri, Rabu (15/7/2026).
Menurut Defri, meski sebagian sekolah telah memulai kegiatan belajar mengajar, pendistribusian makanan baru dimulai pada 20 Juli. "Tetap akan mulai secara serentak pada tanggal 20, kita mengikuti edaran Dinas Pendidikan Kota Batam," katanya.
Selain menjangkau peserta didik, program ini juga tetap menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Mekanisme penyaluran untuk kelompok ini berbeda dengan pelajar, yakni dua kali dalam sepekan.
Defri menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis baru apabila pemerintah mengubah mekanisme penyaluran. "Ke depan mungkin akan ada juknis baru, tetapi selama belum ada, yang lama masih berlaku," ujarnya.
Data SPPG Batam mencatat program MBG saat ini menjangkau 257.421 pelajar, 51.030 penerima dari kelompok 3B, serta 17.399 guru sekolah. Untuk mendukung distribusi, sebanyak 139 dapur SPPG telah beroperasi di Kota Batam.
Selain itu, terdapat sembilan dapur lain yang telah mengantongi surat keputusan operasional dan tengah menunggu untuk mulai beroperasi. SPPG belum menyiapkan menu khusus untuk hari pertama, menu yang disajikan tetap mengikuti standar gizi yang selama ini diterapkan.