KEPULAUAN RIAU — Apple kembali menyesuaikan harga layanan berlangganannya. Kali ini, Apple Music dan Apple One menjadi korban pertama dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Berdasarkan halaman harga resmi Apple yang diperbarui, kenaikan berkisar antara 1 hingga 3 dolar AS per bulan (sekitar Rp 16.500 hingga Rp 49.500), tergantung paket yang dipilih.
Untuk layanan streaming musik, perubahan harga berlaku di tiga varian utama:
Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak 2022. Saat itu, Apple juga menaikkan harga dengan kisaran yang hampir sama.
Apple One sebagai paket bundling yang menggabungkan Apple Music, Apple TV+, Apple Arcade, dan iCloud storage juga mengalami penyesuaian. Harga paket Individual tetap di angka 20 dolar AS (Rp 330.000) per bulan. Namun, dua varian lainnya naik masing-masing 2 dolar AS:
Paket Premium mencakup semua layanan di atas plus Apple News+, Apple Fitness+, dan kapasitas penyimpanan iCloud yang lebih besar.
Apple menyebut kenaikan ini terjadi karena meningkatnya biaya lisensi konten. Dalam pernyataan yang dikutip Music Business Worldwide, perusahaan mengaitkan perubahan harga dengan "rising licensing costs" atau biaya lisensi yang terus naik. Engadget telah menghubungi Apple untuk meminta klarifikasi lebih lanjut, namun hingga artikel ini ditulis belum ada tanggapan resmi.
Waktu kenaikan ini kurang ideal. Di tengah kelangkaan RAM yang membuat harga perangkat elektronik membengkak, Apple baru saja menaikkan harga jajaran komputer, ponsel pintar, tablet, dan wearable pada Juni lalu. Bagi pengguna setia ekosistem Apple, kenaikan biaya berlangganan bulanan berarti pengeluaran rutin ikut bertambah — terutama bagi mereka yang mengandalkan paket Family atau bundling Premium.
Belum ada informasi apakah kenaikan harga ini akan diterapkan serentak di semua negara termasuk Indonesia. Namun, mengingat pola sebelumnya, penyesuaian harga global biasanya menyusul dalam beberapa pekan ke depan. Pantau terus informasi terbaru dari kanal resmi Apple untuk mengetahui dampak langsung ke tagihan bulanan Anda.