TNI Terjunkan 25 Personel Lintas Udara di Lingga, Buktikan Kesiapan Operasi Gabungan Tiga Matra

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:15:31 WIB
personel gabungan TNI dari Korpasgat dan Yonif 328 melaksanakan penerjunan lintas udara di DZ Bandara Dabo Singkep, Lingga, Selasa (19/11/2024).

LINGGA — Sebanyak 25 personel gabungan dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Yonif 328 melompat dari pesawat CN-235. Mereka diterjunkan di sekitar Drop Zone (DZ) Bandara Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (19/11/2024). Penerjunan ini merupakan materi uji infiltrasi udara dalam latihan terintegrasi trimatra TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan latihan ini dirancang untuk memastikan tiga matra—darat, laut, dan udara—bekerja dalam satu komando operasi terpadu. "Yang ingin ditunjukkan adalah interoperabilitas dari tiga matra," ujarnya di Lingga, Selasa.

Posisi Strategis Lingga: Garda Terdepan Perbatasan

Lokasi latihan di Lingga bukan tanpa alasan. Kabupaten di pesisir timur Sumatra ini berhadapan langsung dengan perairan internasional. Kemampuan operasi gabungan yang diuji di sini menjadi modal penting TNI menjaga wilayah terluar dan terpencil Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Muhammad Nas menambahkan, latihan bertujuan memastikan Panglima TNI melaksanakan komando dan pengendalian operasi secara efektif hingga ke unit paling bawah. "Kami ingin menunjukkan bahwa TNI siap dengan personel dan alutsista yang telah diberikan kepada kami," katanya.

Simulasi Infiltrasi: Mengamankan Area Sebelum Pasukan Utama Tiba

Skenario latihan dimulai dengan penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL). Sebanyak 13 personel Dalpur Denmatra 2 Korpasgat dan 12 personel Yonif 328 bertugas mengamankan daerah sasaran, menandai lokasi pendaratan, serta melakukan observasi medan sebelum pasukan utama diterjunkan.

Materi ini mengintegrasikan kemampuan pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27 Biak dengan pasukan lintas udara. Proses tersebut menjadi tolok ukur kesiapan alutsista dan personel dalam menghadapi situasi yang membutuhkan mobilitas tinggi dan respons cepat.

Lebih dari Sekadar Latihan Perang: Bakti Sosial untuk Warga

Rangkaian latihan tidak hanya berfokus pada Operasi Militer untuk Perang (OMP). TNI juga menyertakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa kegiatan bakti sosial dan bakti kemasyarakatan yang melibatkan lebih dari 12 ribu personel.

Kehadiran ribuan personel ini diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat Lingga. "Kami ingin menunjukkan bahwa TNI profesional dengan personel dan material yang dimiliki, serta siap melaksanakan tugas sesuai amanat undang-undang," tegas Muhammad Nas.

Latihan yang ditinjau langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono ini diharapkan memperkuat interoperabilitas antarmatra. Dengan demikian, pelaksanaan operasi gabungan dapat berlangsung lebih efektif dalam menghadapi berbagai ancaman serta mendukung kesiapan pertahanan negara ke depan.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top