KEPULAUAN RIAU — Keputusan Michel untuk tidak langsung mematok ter Stegen sebagai kiper nomor satu membuka peluang bagi Paes. Ini merupakan sinyal positif bagi kiper asal Belanda tersebut yang ingin membuktikan kualitasnya di bawah mistar gawang Ajax.
Alih-alih langsung menyerahkan ban kiper utama kepada ter Stegen yang notabene berstatus bintang, Michel justru memilih pendekatan berbeda. Ia ingin menciptakan iklim kompetitif yang sehat di dalam skuad, terutama untuk posisi yang paling krusial di lapangan.
Dengan memberikan kesempatan yang sama kepada kedua kiper, pelatih asal Belanda itu berharap performa terbaik bisa keluar dari keduanya. Keputusan ini juga menjadi jawaban atas spekulasi yang berkembang mengenai masa depan Paes di klub.
Kehadiran ter Stegen yang punya reputasi mentereng di Eropa nyatanya tidak membuat nama Paes tenggelam begitu saja. Ia tetap menjadi bagian penting dalam rencana Michel, setidaknya untuk saat ini.
Bagi Paes, situasi ini adalah tantangan sekaligus pembuktian. Bertarung dengan kiper sekelas ter Stegen setiap hari di sesi latihan adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan dan terus berkembang.
Keputusan Michel untuk bersikap adil ini pun diapresiasi. Pasalnya, persaingan internal yang sehat kerap menjadi kunci solidnya sebuah tim, khususnya di lini pertahanan.
Belum adanya vonis dari Michel ini membuat status kiper utama Ajax masih mengambang. Situasi ini tentu menjadi perhatian para penggemar yang menantikan siapa yang akan dipercaya mengawal gawang di laga-laga penting.
Yang jelas, keputusan ini memberikan keuntungan bagi Ajax secara keseluruhan. Kedua kiper akan termotivasi untuk tampil maksimal demi mendapatkan kepercayaan pelatih. Persaingan ini diharapkan bisa menjadi energi positif bagi tim untuk bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa.