KEPULAUAN RIAU — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tren positif ini harus dijaga dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Menurutnya, peningkatan penerimaan tidak boleh mengorbankan aspek keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi yang berlaku.
"Peningkatan penerimaan harus tetap dilaksanakan secara akuntabel, transparan, serta memperhatikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan kepatuhan para pelaku usaha," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (13/8).
Pengelolaan keuangan Kementerian ESDM mendapat pengakuan formal dari BPK. Laporan Keuangan Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2025 meraih opini WTP, sebuah predikat tertinggi yang menandakan laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
Opini tersebut diserahkan langsung oleh Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana dalam agenda yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026. Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi PNBP Kementerian ESDM tercatat mencapai Rp138,40 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp127,48 triliun atau 108,56 persen dari sasaran.
Nyoman Adhi Suryadnyana mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyoroti bahwa keberhasilan Kementerian ESDM tidak terlepas dari pelaksanaan tugas utamanya di sektor energi dan sumber daya mineral, sebuah hal yang dinilai langka di lingkungan kementerian.
"Tidak banyak kementerian yang keberhasilannya didominasi terkait dengan core bisnisnya. Jadi, saya mengucapkan selamat kepada pimpinan Kementerian ESDM dan jajaran yang telah melaksanakan kegiatannya dengan baik," ujar Nyoman.
Opini WTP sendiri diberikan BPK setelah melalui serangkaian pemeriksaan ketat. Penilaian ini mencakup kesesuaian laporan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapan informasi, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian internal.
Bahlil menambahkan bahwa capaian ini merupakan bukti konsistensi jajarannya dalam menjaga kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara. Dengan realisasi yang terus berada di atas target, kontribusi sektor ESDM terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipastikan tetap solid hingga akhir tahun.