NATUNA — Penyaluran beras bantuan pangan di Kabupaten Natuna akan mulai bergulir pada pertengahan Agustus 2026. Perum Bulog Cabang Natuna memastikan kesiapan stok sebanyak 271,62 ton untuk menjangkau 9.054 keluarga penerima manfaat (PBP) di seluruh kecamatan.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, mengonfirmasi bahwa masing-masing PBP akan menerima 10 kilogram beras medium per bulan. Karena penyaluran dilakukan untuk alokasi tiga bulan sekaligus, total beras yang diterima setiap keluarga mencapai 30 kilogram.
Terdapat perubahan signifikan dalam pendataan penerima bantuan periode ini. Pencius menyebutkan terjadi penambahan sekitar 1.733 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Natuna dibandingkan periode sebelumnya.
"Dalam kesempatan itu, juga disampaikan adanya peningkatan jumlah PBP di Kabupaten Natuna," ujar Pencius seusai sosialisasi di Kecamatan Bunguran Timur pada Rabu (12/8).
Pencius memastikan kondisi stok beras saat ini aman dan mencukupi, tidak hanya untuk bantuan pangan tetapi juga kebutuhan komersial masyarakat. Ketersediaan stok terus dijaga melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan penguatan jaringan distribusi di wilayah kerja Kantor Cabang Natuna.
Ia menegaskan setiap beras bantuan telah melalui proses pemeriksaan dan penanganan untuk memastikan kondisinya tetap baik hingga diterima PBP. Hal ini menjadi komitmen Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah agar bantuan tiba tepat waktu, tepat jumlah, dan dalam kualitas yang baik.
Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar, Bulog telah menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis di Kecamatan Bunguran Timur. Kegiatan ini dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian yang mewakili Bupati Natuna, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kepala Dinas Sosial, koordinator kecamatan, serta petugas di lapangan.
Materi yang disampaikan mencakup mekanisme, jadwal, dan persyaratan penyaluran bantuan pangan. Pencius berharap dengan pemahaman yang seragam, penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran, tertib, dan transparan.
Penyaluran dijadwalkan dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah Kabupaten Natuna mulai pertengahan Agustus 2026.