BINTAN — Tim Gulokopi asal Tanjungpinang keluar sebagai juara Gulokopi Offroad 94 Cross Island Challenge 2026 yang berlangsung tiga hari di Desa Toapaya Utara, Bintan, 27-30 Agustus. Mereka mengalahkan puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota di Kepri dan Malaysia, dan membawa pulang hadiah utama satu unit Yamaha WR155. Event ini sekaligus menggerakkan ekonomi warga setempat yang dilibatkan sebagai panitia dan penjual di sekitar lokasi.
Ketua panitia pelaksana Sony Djabil mengatakan, kawasan Kang Boy di Desa Toapaya Utara dipilih karena medannya sesuai dengan tantangan yang harus dilewati peserta. Empat kategori dipertandingkan: ekstream, family, 2x1 Adventure Trail, dan RC adventure car.
Empat Kategori Dipertandingkan, Peserta Malaysia Akui Track-nya Mantap
Puluhan tim dari sejumlah kabupaten dan kota di Kepri serta Malaysia saling adu skill melewati rintangan berupa lubang besar, medan curam, hingga lumpur tebal. Salah satu peserta, Cik Burhan asal Malaysia, mengaku pengalaman 25 tahun di offroad bertambah setelah mencoba sirkuit Toapaya Utara.
"Disini die punye track memang mantap, memang selamat. Saye ni masuk kategori ekstream, bile disebut ekstream memang ekstream. Dengan lumpurnye dengan bukitnye, dengan menurunnye macam ni, dengan permukaan tidak serate memang ekstream," kata Cik Burhan, Ahad (30/8/2026).
Kunci Kemenangan Tim Gulokopi: Latihan Tiga Bulan Sebelum Berlaga
Tim Gulokopi yang digawangi Rianto dan kawan-kawan berhak atas hadiah utama motor Yamaha WR155. Mereka mengaku sudah fokus berlatih sejak tiga bulan sebelum even dimulai.
"Rekan-rekan off-roader lainnya jangan berkecil hati, even seperti ini akan terus ada tidak hanya di Bintan tetapi di Tanjungpinang, Batam Tanjungbalai Karimun dan daerah lainnya. Persiapkan diri Anda, junjung tinggi sportivitas. Kalau ikut jangan takut, kalau takut jangan ikut," ujar Rianto.
UMKM Desa Toapaya Utara Kebagian Rezeki Selama Event
Selain menjadi tuan rumah, warga desa dilibatkan sebagai panitia dan penanggung jawab arena. Warga yang punya usaha disarankan berjualan di sekitar kantor desa selama event berlangsung.
Kepala Desa Toapaya Utara Sayet mengaku bangga. "Saya sangat senang karena bukan hanya lokasi kami yang digunakan tetapi masyarakat kami juga dilibatkan menjadi panitia acara dan juga penanggung jawab di arena. Terlebih lagi juga masyarakat kami yang memiliki usaha disarankan untuk berjualan di seputaran kantor desa selagi even ini berlangsung untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal," ujarnya.
Pembagian Sembako untuk Warga Sekitar
Panitia bersama Kogabwilhan 1 membagikan sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial event.
Di hari terakhir, pengundian doorprize berlangsung meriah. Sejumlah hadiah seperti oli, kursi lipat, dan kompor dibagikan kepada peserta dan penonton. Senyum dan tawa mewarnai penutupan even yang digelar tiga hari penuh ini.