KEPULAUAN RIAU — Dyrroth selama ini dikenal sebagai Fighter dengan damage tinggi yang bertugas mengeksekusi musuh secara instan. Namun, pendekatan yang dipakai Rendyy di EVOS justru berkebalikan. Prince of the Abyss ini diracik menjadi hero yang jauh lebih tebal dan mampu menyerap damage, bukan sekadar mengejar kill.
Peran Dyrroth pun bergeser dari pembunuh backline menjadi disrupter garis depan. Ia bertugas masuk duluan untuk mengacak formasi lawan, membuka ruang bagi damage dealer tim untuk melakukan sweeping di momen yang tepat.
Kunci dari build ini adalah kombinasi item defensif yang meredam berbagai tipe serangan. Rendyy memakai Dominance Ice, Chastise Pauldron, dan Radiant Armor sebagai tulang punggung ketahanan. Ketiganya bekerja sama untuk menangkis damage fisik, kritis, sekaligus magic dari lawan.
Untuk memaksimalkan efek pemulihan HP, Oracle menjadi pelengkap wajib. Item ini memperkuat seluruh bentuk regen, baik dari basic attack maupun skill, sehingga Dyrroth bisa bertahan hidup lebih lama di tengah kerumunan musuh.
Menunjang item di atas, Rendyy memakai tiga talent yang saling bersinergi untuk sustain. Vitality menambah HP maksimal, Festival of Blood memberikan spell vamp, dan Brave Smite memulihkan HP setiap kali skill mengenai lawan.
Kombinasi ini membuat Dyrroth semakin sulit dijatuhkan, terutama saat pertarungan berlangsung lama dan kedua tim saling bertukar serangan.
Rendyy memilih Flicker sebagai battle spell. Fleksibilitas yang ditawarkan spell ini cukup besar, baik untuk mengejar target yang melarikan diri, melakukan ambush mendadak, atau kabur setelah berhasil menyerap damage dalam jumlah besar.
Pola mainnya sederhana: buang jauh-jauh obsesi mengejar kill. Dyrroth di sini berperan sebagai pengganggu utama yang memaksa lawan mengeluarkan skill dan resource. Kombinasi Skill 2 untuk mendekat, lalu Skill 1 dan basic attack, diakhiri Ultimate saat darah lawan menipis, menjadi rotasi standar yang bisa dipakai.
Jika terjadi perma-fight, Dyrroth juga bisa bertugas melakukan peel untuk melindungi Marksman atau Mage tim dari incaran assassin lawan. Ini membuatnya lebih berguna sebagai pelindung ketimbang pembunuh.
Rendyy memberi peringatan tegas terkait build ini. Ia tidak menyarankan pemain memakai racikan item tersebut saat bermain Solo Queue di mode Ranked. Damage yang rendah akan menyulitkan kamu untuk menggendong tim, apalagi jika posisi sedang tertinggal.
Build ini baru terasa efektif saat dipakai dalam tim penuh (premade) atau turnamen kompetitif. Komunikasi yang jelas soal kapan harus engage dan kapan mundur menjadi syarat mutlak agar Dyrroth bisa berfungsi maksimal sebagai benteng garis depan.