Investasi Batam Semester I Tembus Rp 29,89 Triliun, Serap 40.943 Tenaga Kerja

Penulis: Faisal Hasbi  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:04:31 WIB
Realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp 29,89 triliun, menyerap 40.943 tenaga kerja.

BATAM — Pertumbuhan investasi di Batam mulai terlihat dampaknya pada penyerapan tenaga kerja lokal. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), jumlah tenaga kerja yang terserap hingga Semester I 2026 mencapai 40.943 orang, meningkat 32,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 30.979 orang.

Kenaikan sekitar 9.964 tenaga kerja ini menjadi indikator bahwa proyek investasi yang masuk tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi sudah berjalan ke tahap produksi dan operasional. Sektor industri yang mulai beroperasi otomatis membutuhkan lebih banyak pekerja, baik untuk lini produksi maupun manajemen.

Realisasi Modal Tumbuh 27,31 Persen Secara Tahunan

BP Batam mencatat realisasi investasi berdasarkan LKPM pada Semester I 2026 mencapai Rp 29,89 triliun. Angka ini berasal dari akumulasi realisasi Triwulan I sebesar Rp 17,48 triliun dan tambahan Rp 12,41 triliun pada Triwulan II.

Komposisi modal yang masuk terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 12,09 triliun. Secara kumulatif, capaian tersebut tumbuh 62,75 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Selain metode LKPM, BP Batam juga memantau realisasi investasi dengan metode bottom-up. Berdasarkan pemantauan tersebut, nilai investasi hingga Semester I 2026 mencapai Rp 38,97 triliun, tumbuh 36,03 persen secara tahunan. Perbedaan angka ini wajar karena keduanya menggunakan basis pengukuran yang berbeda.

Kontribusi ke Investasi Nasional Capai 26,5 Persen

Kinerja investasi Batam pada Triwulan I 2026 terbilang impresif. Pertumbuhan realisasi investasi mencapai 102,85 persen secara tahunan, hampir 14 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang hanya 7,2 persen.

Pada periode tersebut, Batam berkontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional. Angka ini menegaskan posisi Batam sebagai salah satu kawasan industri strategis yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan capaian ini mencerminkan menguatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam. Menurutnya, investasi tidak semata diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari kepastian proses, realisasi proyek, dan dampak berantai bagi ekonomi.

Target Rp 70 Triliun Masih Terbuka Lebar

Dengan realisasi LKPM Rp 29,89 triliun, BP Batam telah mencapai 42,70 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp 70 triliun. Sementara berdasarkan metode bottom-up, capaian tersebut telah menembus 55,67 persen dari target tahunan.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa peningkatan realisasi investasi harus diiringi dengan kualitas pelayanan kepada dunia usaha. Investor membutuhkan ekosistem yang memberi kepastian sejak tahap awal hingga proyek beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat,” ujar Li Claudia. Ia menambahkan, hambatan investasi perlu diselesaikan secara cepat dan terukur agar investor tidak hanya datang, tetapi juga merasa nyaman untuk mengembangkan usaha dan melakukan ekspansi.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: gokepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top