BATAM — Ratusan warga Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Batam, menerima langsung penjelasan Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, mengenai prioritas pembangunan daerah kepulauan. Reses yang digelar Rabu pagi itu dihadiri jajaran pemerintah kecamatan, pengurus RT/RW, LPM, dan tokoh masyarakat setempat.
Iman Sutiawan hadir bukan sekadar mendengar keluhan. Ia membawa rincian program yang sudah masuk perencanaan anggaran untuk wilayah hinterland Batam, baik untuk tahun anggaran 2026 maupun 2027.
Dari total 18 kegiatan pembangunan yang dialokasikan untuk Kecamatan Belakang Padang pada 2026, Kelurahan Pulau Terong kebagian empat paket pekerjaan fisik. Dua di antaranya menyasar infrastruktur peribadatan dan akses jalan warga.
Pekerjaan ini diharapkan memperbaiki mobilitas warga yang selama ini bergantung pada kondisi cuaca dan pasang surut air laut.
Sektor perikanan menjadi perhatian khusus dalam reses tersebut. Iman Sutiawan menyampaikan bahwa bantuan alat tangkap untuk nelayan dijadwalkan terealisasi pada November 2026.
Sebanyak 42 unit sampan ting-ting akan disalurkan, dengan enam unit di antaranya dialokasikan untuk Kelurahan Pulau Terong. Selain itu, bantuan kawat jaring atau bubu juga masuk dalam paket bantuan tahun ini.
Untuk tahap berikutnya, pemerintah daerah menyiapkan bantuan mesin boat bagi nelayan Pulau Terong. Alokasi mesin berukuran 15 HP dan 40 HP direncanakan terealisasi pada tahun anggaran 2027.
Bantuan ini dinilai krusial mengingat mayoritas warga Pulau Terong menggantungkan hidup pada hasil laut dan mobilitas antarpulau.
Di sela pemaparan program, Iman Sutiawan mengingatkan warga agar setiap usulan pembangunan dilengkapi proposal resmi. Kelengkapan administrasi ini menjadi syarat utama penatausahaan dan pertanggungjawaban penggunaan APBD.
"Proposal tersebut menjadi syarat utama penatausahaan dan pertanggungjawaban penggunaan APBD," ujarnya di hadapan warga.
Di luar program fisik, Iman Sutiawan juga mengenalkan fasilitas pendidikan yang telah ia dirikan di Pulau Kasu. Pondok pesantren tersebut menggratiskan seluruh biaya pendidikan, akomodasi, hingga konsumsi santri.
Program ini menyasar anak-anak di wilayah pulau, khususnya yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Kurikulum yang diterapkan memadukan pendidikan keagamaan dan formal, dengan dua ijazah resmi yang diterbitkan bagi para santri.
Iman Sutiawan turut mengajak warga mendukung pembebasan lahan secara swadaya untuk pembangunan jalan lingkar pulau. Akses ini dinilai penting untuk membuka isolasi wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, mengapresiasi kunjungan pimpinan DPRD Kepri tersebut. Ia menilai reses menjadi wadah komunikasi dua arah antara legislatif dan warga, sekaligus ruang untuk mempercepat pembangunan di kecamatan yang berbatasan langsung dengan perairan internasional itu.