Karantina Kepri Libatkan Perangkat Desa hingga Kecamatan Awasi Lalu Lintas Hewan dan Tumbuhan di Natuna

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:07:02 WIB
Perangkat desa dan kecamatan di Natuna dilibatkan dalam pengawasan lalu lintas hewan dan tumbuhan.

NATUNA — Keterlibatan perangkat daerah hingga tingkat desa dinilai krusial karena luas wilayah Natuna tidak sebanding dengan jumlah personel karantina yang tersedia. Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Natuna, Iwan Setiawan, menyebut banyak titik keluar dan masuk komoditas yang tidak bisa dipantau setiap saat.

"Wilayah Natuna cukup luas, sementara titik keluar dan masuk komoditas juga banyak. Dengan keterbatasan personel, tidak semua titik dapat kami pantau setiap saat. Karena itu, perangkat daerah kami libatkan untuk membantu memberikan informasi," ujar Iwan di Natuna, Rabu.

Peran Perangkat Desa dalam Pengawasan

Perangkat desa dan kelurahan diminta aktif memberikan informasi terkait pergerakan hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya di wilayah masing-masing. Hal ini penting karena beberapa kecamatan, seperti Midai, Suak Midai, dan Pulau Laut, masih menerbitkan surat keterangan hewan (SKH) untuk komoditas hewan maupun pertanian.

Informasi dan dokumen yang diterbitkan perangkat daerah tersebut nantinya menjadi bagian dari sistem pengawasan lalu lintas komoditas. Dengan begitu, setiap komoditas yang keluar maupun masuk Natuna dapat terdata dan diawasi sesuai ketentuan karantina yang berlaku.

Koordinasi dengan Aparat Keamanan dan Timpora

Selain melibatkan pemerintah desa, Karantina Kepri juga memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum di Natuna. Bahkan, instansi ini masuk dalam tim pengawasan orang asing (timpora) untuk memastikan warga negara asing tidak membawa produk pembawa hama dan penyakit.

"Koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum juga terus kami lakukan. Dengan sinergi ini, apabila ada informasi terkait lalu lintas komoditas yang perlu ditindaklanjuti, dapat segera dikoordinasikan," katanya.

Potensi Besar Perikanan dan Pertanian Natuna

Natuna merupakan daerah dengan potensi besar di sektor perikanan dan pertanian. Komoditas unggulan perikanan meliputi ikan kerapu, napoleon, gurita, dan ikan kakaktua, sementara sektor pertanian menghasilkan kelapa dan jengkol yang kerap dikirim keluar daerah hingga ke luar negeri.

Di sisi lain, Natuna juga menjadi daerah konsumen ayam beku yang didatangkan dari luar daerah. Kondisi ini membuat pengawasan lalu lintas komoditas menjadi perhatian serius, terutama untuk mencegah masuknya penyakit yang dapat mengganggu kesehatan hewan dan kelestarian tumbuhan.

Pintu Resmi dan Jalur Alternatif

Berdasarkan catatan Karantina Kepri, pintu pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan berada di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Pelabuhan itu melayani kegiatan ekspor, impor, dan lalu lintas antararea.

Namun, Iwan mengakui banyak jalur lain, terutama jalur laut, yang digunakan untuk mengangkut komoditas dari dan menuju Natuna. "Jalur-jalur lain kita belum bisa menempatkan personel, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak," pungkasnya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top