Pemkot Tanjungpinang Targetkan 10 Produk Unggulan UMKM Tembus Ritel Nasional, Siapkan Standar Produksi Massal

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:46:01 WIB
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah memeriksa produk unggulan UMKM yang disiapkan menembus pasar ritel nasional.

TANJUNGPINANG — Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak ingin produk unggulan daerahnya berhenti di pasar tradisional atau toko oleh-oleh. Sepuluh produk yang telah diluncurkan pada peringatan HUT ke-81 RI, 17 Agustus lalu, kini disiapkan untuk menembus pasar nasional melalui jaringan ritel modern.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, pemerintah daerah bertugas mempromosikan dan memfasilitasi produk UMKM agar bisa bersaing di tingkat yang lebih luas. Salah satu langkah konkret yang sedang berjalan adalah pembahasan standar produk bersama Indomaret.

“Kemarin 17 Agustus kita sudah melaunching 10 produk unggulan daerah. Tugas pemda salah satunya mempromosikan dan memfasilitasi produk-produk unggulan daerah supaya bukan sekadar dijual di tingkat regional, tetapi bisa tembus ke pasar nasional,” kata Lis, Kamis (20/8/2026).

Standar Produksi Massal Jadi Syarat Utama

Lis mengungkapkan, tantangan terbesar yang harus dihadapi pelaku UMKM bukanlah kemasan atau rasa, melainkan kapasitas produksi. Jika hanya melayani pasar lokal, produksi ratusan kemasan per hari sudah cukup. Namun, untuk masuk jaringan ritel nasional, kebutuhan produk bisa melonjak hingga ribuan kemasan.

“Kalau untuk nasional tidak mungkin hanya 100 atau 200. Paling tidak 3.000 sampai 4.000 kemasan. Itu yang akan kita lihat, UMKM mana yang sudah bisa memproduksi secara massal,” ujarnya.

Pemkot Tanjungpinang akan melakukan pemetaan terhadap pelaku UMKM yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan produksi tersebut. Produk yang sudah siap secara kapasitas akan diarahkan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Deretan Produk Andalan yang Disiapkan

Beberapa produk yang telah ditetapkan sebagai unggulan daerah antara lain snack otak-otak, lakse frozen, otak-otak frozen, bilis kriuk, abon tongkol, sambal gonggong, dan abon gonggong. Produk-produk ini dipilih karena memiliki potensi pasar dan daya saing yang kuat.

Target UMKM Naik Kelas

Lis berharap inisiatif ini menjadi pintu bagi pelaku UMKM Tanjungpinang untuk naik kelas. Dengan dukungan pemasaran dan fasilitasi dari pemerintah, para pelaku usaha tidak lagi hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi juga mampu berkompetisi di pasar yang lebih besar.

“Kita ingin UMKM Kota Tanjungpinang bukan hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi harus bisa go nasional,” tegas Lis.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: wartarakyat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top