Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari pada 20-21 Agustus 2026 di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Bintan Center. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI. Sejumlah komoditas seperti beras, telur, dan minyak goreng dijual 10-15 persen lebih murah dibandingkan harga pasar.
TANJUNGPINANG — Warga Kota Tanjungpinang bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkot Tanjungpinang di halaman Kantor Dishub, Bintan Center. Kegiatan yang berlangsung 20-21 Agustus 2026 ini menyediakan beras, telur, cabai, gula pasir, dan minyak goreng dengan selisih harga sekitar 10-15 persen di bawah pasaran.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan GPM digelar untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia.
"Selain membantu meringankan beban masyarakat, kita juga memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia melalui GPM pada HUT RI ini," kata Robert di Tanjungpinang, Jumat.
Bulog menyediakan sekitar dua ton beras dan 2.400 liter minyak goreng dalam kegiatan ini. Cabai merah yang dijual berasal dari petani lokal dengan stok sekitar 60 kilogram.
Robert menjelaskan, sejumlah mitra yang menjadi vendor dalam GPM di antaranya Bulog, Sari Mart, Gerai Pangan, telur ras, dan Adibapok. Jumlah komoditas yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan permintaan masyarakat.
Salah seorang warga, Novi, mengaku terbantu dengan adanya GPM ini. Ia berbelanja beras, telur, gula, dan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.
Harga telur di GPM sebesar Rp48 ribu per papan, sedangkan di swalayan sekitar Rp53 ribu per papan. Sementara itu, harga beras dijual Rp58 ribu per lima kilogram, sedangkan di pasaran sekitar Rp61 ribu sampai Rp62 ribu per kilogram.
Novi mengetahui informasi GPM dari temannya yang membagikan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa kembali digelar dan informasinya bisa lebih luas.
"Kalau bisa ada lagi di awal bulan, pas baru gajian. Lumayan, bisa belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah," ucap Novi usai berbelanja di GPM.
Robert menambahkan, GPM secara umum memperkuat ketahanan pangan dan menjaga harga pangan tetap stabil. Berdasarkan rilis BPS, inflasi pada bulan Juni-Juli 2026 tidak dipengaruhi kenaikan harga bahan pokok.
"Dari rilis BPS, yang cukup tinggi itu transportasi dan perhiasan, sementara bahan pokok masih stabil," ujarnya.