Outer Biosciences: Startup AI Lady Gaga dan Michael Polansky Jaga Kulit Manusia Hidup di Laboratorium

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:32:31 WIB
Jaringan kulit manusia hidup dipertahankan di laboratorium oleh Outer Biosciences untuk uji bahan kosmetik.

KEPULAUAN RIAU — Outer Biosciences bergerak di bidang yang jarang disentuh industri kecantikan: menjadikan jaringan kulit manusia yang masih hidup sebagai medium uji bahan kosmetik. Startup yang berbasis di kawasan San Francisco ini mengklaim mampu mempertahankan jaringan kulit tetap hidup di luar tubuh selama lebih dari satu bulan, jauh melampaui metode konvensional yang hanya bertahan beberapa hari.

Apa yang Dikerjakan Outer Biosciences?

Pendekatan Outer Biosciences lahir dari frustrasi atas lambatnya inovasi di bidang biologi dan kimia dibandingkan industri perangkat lunak. Menurut Polansky, tidak ada cara etis untuk menjalankan eksperimen langsung pada manusia, sementara model hewan, kultur sel sederhana, dan organoid laboratorium dianggap kurang mewakili perilaku organ manusia yang sesungguhnya.

Alih-alih merekayasa pengganti sintetis, perusahaan memilih menjaga jaringan kulit asli tetap hidup di laboratorium. Jaringan ini kemudian menjadi platform pengujian senyawa baru untuk produk perawatan kulit, dengan bantuan model kecerdasan buatan yang dilatih untuk menganalisis respons jaringan tersebut.

Profil Michael Polansky, dari Hedge Fund ke Bioteknologi

Polansky bukan ilmuwan. Ia belajar matematika terapan dan ilmu komputer di Harvard, lulus pada 2006, lalu menghabiskan tiga tahun di Bridgewater Associates, hedge fund terkenal asal AS. Kariernya berbelok setelah bertemu Sean Parker, salah satu pendiri Napster dan mantan eksekutif Facebook, pada 2007. Polansky langsung bergabung ke Founders Fund sebagai prinsipal, kemudian mengikuti Parker mengelola family office-nya.

Di sana ia membantu mendirikan Parker Institute for Cancer Immunotherapy dan menjabat sebagai direktur eksekutif hingga pandemi COVID-19 mengubah arah hidupnya. Pengalaman lebih dari satu dekade di imunoterapi kanker—bidang yang saat itu masih sangat niche—menjadi fondasi berdirinya Outer Biosciences.

Keterlibatan Lady Gaga dan Haus Labs

Polansky bertemu Stefani Germanotta, yang dikenal sebagai Lady Gaga, pada akhir 2019 di pesta ulang tahun Sean Parker. Perkenalan itu difasilitasi ibunda Gaga, Cynthia Germanotta, yang mengenal Polansky lewat kegiatan filantropi.

Hubungan mereka bukan sekadar personal. Germanotta duduk di jajaran direksi Outer Biosciences, dan perusahaannya, Haus Labs, berkolaborasi di sejumlah proyek. Kepala ilmuwan Outer Biosciences, Kyung-Jin Jang, juga menjadi anggota dewan penasihat ilmiah Haus Labs. Polansky menyebut Gaga sebagai pebisnis yang cerdas, sesuatu yang jarang terlihat publik.

Mengapa Ini Penting untuk Industri Skincare?

Metode pengujian bahan kosmetik selama ini bergantung pada kultur sel sederhana atau model hewan yang akurasinya terbatas. Jika teknologi Outer Biosciences terbukti andal, industri perawatan kulit bisa menguji efektivitas dan keamanan senyawa baru pada jaringan manusia sungguhan tanpa risiko etis.

Bagi konsumen, implikasinya sederhana: produk skincare di masa depan bisa diklaim lebih teruji secara biologis, dengan data yang lebih relevan untuk kulit manusia dibandingkan pengujian konvensional.

Status dan Rencana ke Depan

Outer Biosciences masih berada dalam tahap awal dan baru kini mengungkap keberadaannya ke publik. Belum ada produk komersial yang dirilis, dan perusahaan belum memublikasikan data ilmiahnya secara terbuka. Yang jelas, pendekatan ini menggabungkan dua tren besar: kecerdasan buatan dan biologi jaringan, dengan target komersial di industri kecantikan yang bernilai miliaran dolar.

Bagi pengamat industri, langkah Outer Biosciences layak dipantau. Jika berhasil, ini bisa menjadi standar baru pengujian kosmetik—dan membuktikan bahwa inovasi skincare tidak selalu datang dari formulasi baru, tapi juga dari cara kita mengujinya.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top