Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Tinjau Sentra Cabai di Bintan, Buruh Tani Bisa Bawa Pulang Rp 100 Ribu per Panen

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:39:02 WIB
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura meninjau lahan pertanian Poktan Bintan Jaya di Desa Toapaya Utara, Bintan, Sabtu (22/8).

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memastikan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha pertanian di pedesaan, salah satunya yang dijalankan Kelompok Tani (Poktan) Bintan Jaya di Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyebut Bintan merupakan sentra pertanian yang produknya telah menembus pasar Tanjungpinang dan Batam, dengan satu kali panen cabai hijau mampu menghasilkan 400 kilogram.

BINTAN — Lahan seluas delapan hektare di Kampung Kangboy, Toapaya Utara, menjadi bukti bahwa pertanian di wilayah kepulauan bisa berjalan produktif. Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura meninjau langsung lokasi tersebut pada Sabtu (22/8) dan mengapresiasi metode yang diterapkan Poktan Bintan Jaya dalam memperkuat cadangan pangan lokal.

Menurut Nyanyang, pengembangan komoditas seperti cabai hijau, pepaya kalifornia, dan nanas di lahan tersebut tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga menyerap tenaga kerja. "Seorang buruh tani bisa mendapatkan gaji Rp 100 ribu bahkan lebih untuk memanen cabai, mulai pagi hingga siang hari," ujarnya menirukan laporan Kepala Desa Toapaya Utara, Said, yang juga petani setempat.

Panen Cabai Hijau Tembus 400 Kilogram Sekali Kirim

Kegiatan panen cabai hijau di Poktan Bintan Jaya berlangsung rutin setiap pekan. Dari lahan seluas 4.000 meter persegi, hasil panen yang dikumpulkan mencapai 400 kilogram dalam sekali pengiriman dengan harga Rp 40 ribu per kilogram.

Kepala Desa Toapaya Utara, Said, menjelaskan bahwa kemampuan panen per orang rata-rata mencapai 25 kilogram dalam setengah hari kerja. Hasil tersebut langsung dipasarkan ke Kota Tanjungpinang dan Batam, menjadikan Bintan sebagai salah satu pemasok utama sayuran bagi dua kota besar di Kepri tersebut.

Pepaya Kalifornia: 1.000 Pohon Siap Panen Tiga Kali Setahun

Selain cabai, Poktan Bintan Jaya juga mengembangkan pepaya kalifornia dengan total sekitar 1.000 pohon. Said menyebutkan, dalam sekali panen, setiap pohon bisa menghasilkan hingga tiga biji buah dengan harga jual Rp 8 ribu per kilogram.

"Kalau pepaya ada sekitar 1.000 pohon. Sekali panen, bisa tiga biji per pohon," kata Said di Bintan, Sabtu (22/8).

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan, Pupuk Subsidi Dijamin Mengalir

Wagub Nyanyang mengakui bahwa pertanian di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Cuaca ekstrem, angin kencang, curah hujan yang tidak menentu, hingga kondisi tanah menjadi faktor yang harus diperhatikan untuk menjaga produktivitas.

Musim hujan sempat mengganggu perawatan tanaman cabai akibat serangan penyakit embun bulu pada bagian pucuk. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi dengan pemberian cairan dimethoate agar tampilan hasil panen tetap mulus dan berkualitas.

Pemerintah daerah memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan, terutama untuk menjamin penyaluran pupuk subsidi berkelanjutan. "Salah satunya, memastikan penyaluran pupuk subsidi berkelanjutan untuk menunjang hasil pertanian lokal," tegas Nyanyang.

Keberhasilan Poktan Bintan Jaya di Toapaya Utara dinilai dapat menjadi percontohan bagi pengembangan pertanian di wilayah lain di Kepri, dengan penyesuaian terhadap kondisi geografis masing-masing daerah.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top