KARIMUN — Pelaksana tugas (Pjs) Ketua PGID Karimun, Despen Sinaga, mengaku sempat pesimistis kegiatan ini bisa berjalan. Keterbatasan dana kas organisasi menjadi kendala utama sejak tahap perencanaan.
"Dari awal perencanaan seminar, saya kurang yakin kegiatan ini bisa terlaksana karena beberapa faktor, salah satunya minimnya dana kas organisasi PGID Karimun. Tetapi karena doa dan dukungan semua pihak, seminar ini bisa terlaksana dengan jumlah peserta mencapai puluhan orang," ujarnya dalam sambutan.
Despen menegaskan seminar ini dirancang untuk mempererat hubungan antarjemaat lintas denominasi di Kabupaten Karimun. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya bukan untuk menyamakan tradisi gerejawi, melainkan membangun kerja sama yang erat.
"Tujuan seminar ini untuk mewujudkan kesatuan dan kerja sama yang erat di antara berbagai denominasi Kristen tanpa harus menyeragamkan tradisi gerejawi. Sekaligus untuk menjalin silaturahmi antarjemaat gereja yang ada di Kabupaten Karimun," kata Despen.
Antusiasme peserta terlihat dari jangkauan kehadiran yang tidak hanya berasal dari gereja di daratan Karimun. Sejumlah utusan jemaat dari wilayah kepulauan seperti Tanjung Batu dan daerah lainnya turut ambil bagian dalam acara tersebut.
"Peserta seminar bukan hanya utusan gereja di daratan Karimun, tetapi ada juga utusan jemaat gereja dari wilayah pulau-pulau seperti Tanjung Batu dan lainnya," terang Despen.
Seminar ini menghadirkan Pdt. Agripa Selly, M.A., M.Th., yang menjabat sebagai Ketua I PGIW Kepri, sebagai pembicara. Tema yang diangkat adalah "Keesaan Gereja yang Oikumenis", merujuk pada Yohanes 17:21.
Despen menyampaikan apresiasi atas dukungan yang mengalir, baik dari jemaat di wilayah Tanjung Balai Karimun maupun jajaran pengurus PGID Karimun. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi modal penting bagi organisasi ke depan.
"Selaku Pjs Ketua PGID Karimun, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jemaat Kristen di wilayah Tanjung Balai Karimun dan pengurus PGID Karimun. Berkat doa dan dukungan semuanya, kegiatan seminar ini bisa terlaksana," tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi PGID Karimun untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas denominasi gereja di Kabupaten Karimun.