KEPULAUAN RIAU — Koreksi harga terjadi baik untuk pembelian maupun buyback. Untuk harga buyback—nilai yang diterima konsumen saat menjual kembali emasnya ke Antam—juga turun Rp 18.000 menjadi Rp 2.610.000 per gram.
Padahal, emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram dengan buyback Rp 2.989.000 per gram. Namun, dinamika pasar global membuat harga logam mulia ini bergerak fluktuatif.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran pada perdagangan hari ini:
Pelemahan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan emas dunia. Pada Selasa (25/8/2026) waktu setempat, harga emas spot turun 0,1 persen ke US$ 4.647,05 per ons, meski masih berada di dekat level tertinggi sejak pertengahan Mei.
Koreksi ini dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rencana Departemen Keuangan AS melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi. Indeks dolar telah turun 0,8 persen sepanjang bulan ini, membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan bunga. Rencana buyback obligasi pemerintah AS berhasil menahan kenaikan yield sebesar 3 basis poin bulan ini.
Pelaku pasar kini menunggu pidato Ketua The Fed AS, Warsh, menjelang Simposium Jackson Hole akhir pekan ini. Pernyataan bank sentral AS soal suku bunga akan menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Analis Citi menilai, pidato Warsh yang bernada hawkish (cenderung menaikkan suku bunga) berpotensi menghentikan reli emas saat ini. Sebaliknya, kejutan dovish di Jackson Hole akan sangat menguntungkan emas karena pasar kembali fokus pada kekhawatiran independensi The Fed dan keberlanjutan utang AS.
UOB memprediksi logam mulia ini berada di jalur yang tepat untuk mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak September 1999. Sepanjang bulan ini, harga emas telah naik lebih dari 15 persen.