Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura meresmikan pembangunan sumur bor air bersih untuk warga Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Selasa. Fasilitas ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT SUCOFINDO (Persero) yang membangun total 70 sumur di seluruh Indonesia.
BINTAN — Sumur bor air bersih di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. Fasilitas yang berlokasi di Masjid At Taubah ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan dasar warga akan akses air bersih yang selama ini terbatas.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan wujud kolaborasi antara Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dengan PT SUCOFINDO (Persero). Program ini menyasar daerah-daerah yang masih kesulitan mendapatkan sumber air layak konsumsi.
Nyanyang menegaskan bahwa ketersediaan air bersih menjadi fondasi penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurutnya, kehadiran infrastruktur dasar seperti ini berdampak langsung pada kesehatan dan produktivitas warga sehari-hari.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, karena itu kehadiran sumur bor ini tentu sangat berarti bagi masyarakat Toapaya Selatan. Kami menyampaikan apresiasi kepada PT SUCOFINDO dan seluruh pihak yang telah berkontribusi," kata Nyanyang dalam sambutannya.
Dia berharap agar fasilitas yang telah dibangun ini tidak hanya dimanfaatkan secara optimal, tetapi juga dirawat bersama oleh pengurus masjid dan masyarakat sekitar. Perawatan yang baik dinilai krusial agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Wagub juga menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, organisasi kemasyarakatan, dan warga dinilai menjadi kunci sukses program-program yang menyentuh kebutuhan rakyat secara langsung.
Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna menjelaskan bahwa peresmian di Bintan ini merupakan tindak lanjut dari kick off pembangunan yang digelar pada 10 Mei 2026. Proyek ini menjadi rangkaian program sosial perusahaan dalam menyambut HUT ke-70 SUCOFINDO.
Melalui skema dana TJSL, perusahaan menargetkan pembangunan 70 titik sumur air bersih yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Khusus untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau, program ini direalisasikan di dua titik, yakni Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.
"Dengan hadirnya sumur bor di Desa Toapaya Selatan, masyarakat kini memiliki tambahan sumber air bersih yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari," ujar Sandry.
Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama menyambut baik kolaborasi yang terjalin dalam merealisasikan fasilitas air bersih tersebut. Menurutnya, pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan pokok warga desa adalah bentuk nyata semangat membangun Indonesia dari lapisan terbawah.
"Kehadiran sumur bor diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Toapaya Selatan," kata Indra.
Dengan beroperasinya sumur bor ini, warga Toapaya Selatan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sumber air hujan atau membeli air dari pengecer dengan biaya tinggi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menekan pengeluaran harian warga sekaligus menjamin ketersediaan air yang lebih higienis untuk kebutuhan memasak, mandi, dan ibadah.