Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Kepulauan Riau (Kepri) memastikan pasokan air baku untuk Pulau Bintan tetap aman di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Agustus 2026. Meski dua waduk utama masih normal, sebanyak 2.000 rumah tangga terdampak pembatasan penyaluran air akibat perbaikan kebocoran pipa di Waduk Sei Jago.
TANJUNGPINANG — Perumda Tirta Kepri menyatakan dua sumber air utama di Pulau Bintan, yaitu Waduk Gesek dan Sungai Pulai, masih berfungsi normal dengan ketinggian air masing-masing di atas 1,6 meter dan 1,9 meter. Kedua sumber tersebut tetap beroperasi penuh selama 1×24 jam untuk melayani kebutuhan warga dan pelanggan.
Kondisi berbeda terjadi di Waduk Sei Jago yang tengah menjalani perbaikan kebocoran pipa oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam. Proses perbaikan yang berlangsung hingga 2027 itu memaksa Perumda Tirta Kepri memberlakukan pembatasan penyaluran air dari 24 jam menjadi 12 jam bagi 2.000 rumah tangga.
Direktur Utama Perumda Tirta Kepri Abdul Kholik Fajdawani mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG, periode Hari Tanpa Hujan (HTH) di Pulau Bintan tahun ini diperkirakan tidak separah awal 2026. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus, dan hujan mulai turun kembali pada September.
"Mudah-mudahan Agustus jadi puncak kemarau, dan hujan mulai turun pada September 2026," kata Kholik di Tanjungpinang, Rabu.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Perumda Tirta Kepri mengoptimalkan Waduk Kawal sebagai sumber pasokan tambahan, terutama bagi warga yang belum menikmati sambungan air baku. Waduk tersebut diproyeksikan mampu menyuplai 250 liter per detik.
Kapasitas itu didukung oleh penambahan pipa sepanjang 4,5 kilometer dari BWS Sumatera IV Batam. Kholik menargetkan seluruh pekerjaan rampung dan Waduk Kawal beroperasi maksimal pada 2027.
"Target kami, 2027 sudah rampung dan bisa beroperasi maksimal," ungkapnya.
Di tengah kondisi kemarau, Kholik mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dan bijak dalam menggunakan air bersih. Pemanfaatan air secukupnya serta memastikan keran tertutup rapat saat tidak digunakan menjadi langkah sederhana yang bisa membantu menjaga ketersediaan pasokan.
Perumda Tirta Kepri berharap perbaikan Waduk Sei Jago dapat segera tuntas sehingga pembatasan penyaluran air bagi 2.000 rumah tangga bisa dicabut dan layanan kembali normal 24 jam.