KEPULAUAN RIAU — Rencana tersebut terungkap dalam paparan strategi bisnis yang disampaikan langsung kepada jaringan dealer Mitsubishi di Tennessee. Mengutip Carscoops, model baru yang paling dinanti adalah pick up berkonfigurasi kabin ganda yang dikembangkan bersama Nissan.
Salah satu kejutan terbesar dalam road map ini adalah dihidupkannya kembali nama Pajero secara global. SUV legendaris yang sempat identik dengan ketangguhan off-road itu dijadwalkan meluncur pada 2 September mendatang dengan konstruksi ladder frame.
Namun untuk pasar Amerika Utara, nama Pajero atau Montero diperkirakan baru akan hadir setelah tahun 2030. Ini berarti penggemar di kawasan tersebut harus bersabar lebih lama dibanding pasar global lainnya.
Model elektrifikasi yang lebih dekat waktu peluncurannya adalah Mitsubishi Eclipse Sportback EV. Crossover listrik ini dijadwalkan meluncur pada musim gugur 2026 dan pada dasarnya merupakan Nissan Leaf yang mendapat ubahan identitas menjadi Mitsubishi.
Langkah rebadge ini bukan hal asing bagi kedua pabrikan Jepang yang memang memiliki aliansi teknis. Dengan mengadopsi platform Leaf yang sudah matang, Mitsubishi bisa menghemat biaya pengembangan sekaligus mempercepat kehadirannya di segmen kendaraan listrik.
Untuk model pick up, dari teaser yang beredar terlihat lampu depan LED berbentuk kotak yang terpisah serta konfigurasi kabin ganda. Desainnya memiliki kemiripan kuat dengan Nissan Frontier, dan kendaraan ini diperkirakan menggunakan sasis ladder frame.
Memasuki kuartal pertama 2027, Mitsubishi akan menghadirkan SUV baru berbasis Outlander dengan karakter lebih tangguh dan berorientasi petualangan. Nama model tersebut masih dirahasiakan hingga saat ini.
Dengan tambahan model baru ini, jajaran Mitsubishi di AS akan terdiri dari Outlander Sport, Eclipse Cross, Outlander, Outlander PHEV, plus dua model baru yang sedang disiapkan. Total enam model akan melengkapi lini produk pabrikan tersebut.
Strategi Momentum 2030 sendiri merupakan bagian dari upaya Mitsubishi meningkatkan pangsa pasar di AS. Fokus utamanya mencakup elektrifikasi, perluasan produk, modernisasi model penjualan, serta pengembangan jaringan dan penjualan berkelanjutan.
Bagi konsumen Indonesia, rencana ini menarik untuk dicermati. Jika Pajero kembali meluncur secara global, bukan tidak mungkin model tersebut juga akan diimpor ke pasar Tanah Air yang memiliki basis penggemar off-road cukup besar.