BINTAN — Zulhidayat sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang untuk duduk bersama para peserta PKA. Kegiatan yang berlangsung di BPMP Provinsi Kepri, Toapaya Asri, itu menjadi ajang bagi Zulhidayat untuk memastikan rancangan yang disusun para ASN benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Masyarakat Tanjungpinang saat ini mengharapkan Kota Tanjungpinang dapat lebih cepat bergerak menuju masyarakat yang sejahtera,” ujarnya di hadapan para peserta, Jumat (28/8/2026).
Dari total 20 peserta yang mengikuti seminar, tujuh di antaranya berada di bawah bimbingan langsung Zulhidayat. Mereka berasal dari jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang yang tengah menempuh pendidikan kepemimpinan di BPSDM Provinsi Kepulauan Riau.
Zulhidayat menegaskan bahwa seminar ini bukanlah garis akhir. Setelah rancangan dipaparkan dan mendapat masukan, tahap berikutnya yang jauh lebih krusial adalah pengawalan ketat. “Kita akan memastikan rancangan aktualisasi itu benar-benar diaktualisasikan, tidak hanya berhenti sebagai sebuah rancangan,” tegasnya.
Kehadiran mentor secara langsung memberikan efek psikologis tersendiri bagi para ASN. Septian, Camat Bukit Bestari yang menjadi salah satu peserta, mengaku termotivasi untuk mempresentasikan idenya dengan maksimal.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sekretaris Daerah yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung dan memberikan dukungan kepada kami sebagai peserta PKA, sekaligus menjalankan peran sebagai mentor,” kata Septian.
Menurut Septian, arahan dari Sekda menjadi penentu kualitas rancangan. Hal itu memastikan apa yang disusun tidak hanya memenuhi syarat kelulusan pelatihan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat. “Kehadiran beliau tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan rancangan ini,” tambahnya.
Usai seminar, para peserta akan menindaklanjuti seluruh masukan yang diperoleh untuk diimplementasikan di unit kerja masing-masing. Septian menekankan bahwa esensi dari seluruh proses ini adalah perubahan kinerja yang berdampak langsung pada kualitas layanan publik.
“Ini bukan hanya tentang menyelesaikan tahapan PKA, tetapi bagaimana aksi perubahan tersebut bisa menjadi bagian dari perbaikan kinerja organisasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tutupnya.