KEPULAUAN RIAU — LEPAS tidak main-main dalam memperkuat distribusi di luar Pulau Jawa. Lewat ajang GIIAS Surabaya 2026, merek ini mengunci harga OTR Jawa Timur untuk dua lini produknya: LEPAS L8 PHEV dan LEPAS E4 EV. Selisih harga Rp240 juta di antara keduanya bukan sekadar beda tipe bodi, tapi juga representasi dua filosofi berkendara yang bertolak belakang.
L8 PHEV diposisikan sebagai urban SUV dengan combined range lebih dari 1.300 kilometer. Angka ini menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang kerap melakukan perjalanan antarkota tapi belum siap sepenuhnya bergantung pada infrastruktur charging. Mesin bensin di sini berperan sebagai range extender, menghilangkan kecemasan akan jarak tempuh.
Dari sisi kenyamanan, L8 menyematkan Remote Parking Assist (RPA) dan Automated Parking Assist (APA). Fitur ini memungkinkan mobil parkir sendiri baik dari dalam maupun luar kabin via remote—relevan untuk pengguna yang sering berhadapan dengan lahan parkir sempit di mal-mal Surabaya. Kursi depan bertipe Cloud-Feel Seats juga menjadi klaim utama untuk mengurangi kelelahan saat berkendara jauh.
Perlu dicatat, bahan resmi dari LEPAS tidak menyebutkan kapasitas baterai spesifik maupun konsumsi bahan bakar dalam km/l. Jadi, klaim 1.300 km tersebut masih perlu diverifikasi lewat pengujian nyata di kondisi lalu lintas Indonesia, terutama dengan beban penuh dan pemakaian AC.
Di sisi lain, E4 EV hadir sebagai kendaraan listrik murni (BEV) dengan harga Rp359 juta. Banderol ini menempatkannya di segmen yang sama dengan kompetitor seperti Chery Omoda E5 atau Wuling Air EV varian atas. Namun, bahan rilis tidak menyertakan detail kapasitas baterai (kWh), jarak tempuh sekali charge, maupun waktu pengisian daya. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi calon pembeli untuk mencari data spesifikasi lebih lanjut sebelum memutuskan.
E4 EV jelas menyasar pengguna dengan pola mobilitas harian yang terukur—misalnya commute dalam kota—dan memiliki akses ke home charging. Jika kebutuhan Anda hanya di dalam radius kota dan tidak sering melakukan perjalanan darat jauh, E4 EV menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding L8 PHEV.
Langkah LEPAS menghadirkan dua teknologi berbeda ini cukup cerdas. Alih-alih memaksa satu platform, mereka memberikan opsi: PHEV untuk mereka yang butuh satu mobil untuk semua kebutuhan, dan EV murni untuk mereka yang punya mobil kedua atau pola perjalanan yang jelas. Ini juga menjadi jawaban atas infrastruktur charging yang belum merata di luar Jabodetabek.
Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, menyatakan bahwa konsumen Jawa Timur semakin terbuka terhadap teknologi baru. “Kami menghadirkan L8 PHEV dan E4 EV dengan pendekatan elektrifikasi yang berbeda, namun tetap membawa karakter LEPAS melalui desain, teknologi, kenyamanan, dan driving experience,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Keputusan membeli mobil di harga Rp359 juta hingga Rp599 juta tidak bisa didasarkan hanya pada rilis pabrikan. Ada beberapa catatan krusial:
Dengan harga yang diumumkan, LEPAS L8 PHEV dan E4 EV bukan sekadar kendaraan, melainkan undangan untuk mencoba teknologi NEV. Namun, keputusan final sebaiknya ditunda sampai Anda melakukan test ride dan memverifikasi angka konsumsi energi di dunia nyata.