BATAM — Minat warga Kepulauan Riau untuk bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi menunjukkan angka yang signifikan. BP3MI Provinsi Kepri mencatat ribuan pendaftar telah masuk dalam program SMK Go Global hingga akhir Agustus 2026.
Kepala BP3MI Provinsi Kepri, Imam Riyadi, menyebutkan dari total 2.544 pendaftar tersebut, sebanyak 276 orang telah dinyatakan lolos ke tahap penjaringan lebih lanjut. Angka ini menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap program penempatan tenaga kerja luar negeri yang difasilitasi pemerintah.
Program SMK Go Global tidak berhenti pada satu periode penerimaan. Imam menegaskan proses pendaftaran dan penjaringan akan terus berjalan hingga 2029, memberikan kesempatan bagi lebih banyak warga untuk mengikuti pelatihan dan pemberangkatan.
Proses seleksi dilakukan secara berjenjang dan ketat, memastikan calon pekerja memiliki kompetensi dan kesiapan sebelum ditempatkan di luar negeri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan angka penempatan non-prosedural.
Meski program ini bernama SMK Go Global, peluang mengikuti tidak tertutup bagi lulusan jenjang pendidikan lain. Imam menjelaskan pendaftar dari kalangan lulusan SMA dan sekolah berbasis agama tetap bisa mendaftar, sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pemerintah.
“Target utamanya memang SMK karena mereka sudah memiliki keterampilan. Tetapi SMA juga boleh, termasuk lulusan sekolah agama,” ujar Imam.
Kebijakan ini diambil pemerintaah untuk memperluas akses masyarakat mendapatkan pekerjaan layak di luar negeri sekaligus membekali mereka dengan kompetensi sebelum berangkat.
Data BP3MI Kepri menunjukkan tren pemberangkatan yang cukup tinggi. Tercatat hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 3.095 pekerja migran Indonesia (PMI) telah diberangkatkan secara legal dan prosedural ke berbagai negara dari provinsi ini.
Lebih dari 2.000 orang di antaranya merupakan warga Kepri, dengan Singapura menjadi negara tujuan utama. Malaysia menyusul sebagai tujuan kedua, sementara sejumlah negara lain seperti Rusia juga menerima penempatan PMI asal Kepri.
Tingginya jumlah peminat program ini tidak lepas dari peran aktif BP3MI dalam memberikan edukasi. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap warga yang berangkat bekerja ke luar negeri berangkat melalui jalur resmi, bukan melalui calo atau sindikat penempatan ilegal.
“Pekerjaan kita adalah memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa bekerja ke luar negeri harus dilakukan secara legal dan prosedural untuk memberikan perlindungan,” kata Imam.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap angka pemberangkatan non-prosedural dapat terus ditekan, dan setiap pekerja migran mendapatkan hak serta jaminan keselamatan yang layak selama bekerja di luar negeri.