BATAM — Rakerda I yang berlangsung pukul 09.00–17.00 WIB itu dihadiri Ketua Harian DPD HKTI Kepri Nasrizal, Sekretaris Drs. I Wayan Catra Yasa, Bendahara Beck Stevie, serta perwakilan Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Budi Lesmana. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri Dr. Rika Azmi juga hadir bersama Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) DPC dari seluruh kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Nyanyang menyebut HKTI harus bergerak, berkembang, dan memiliki kekuatan struktural yang nyata di lapangan. Ia menegaskan bahwa organisasi tidak boleh berhenti pada agenda seremonia belaka.
“Organisasi harus bergerak, berkembang dan mempunyai kekuatan struktural,” tegas Nyanyang.
Ia meminta KSB di setiap DPC bersama bidang OKK menjadi motor penggerak organisasi. Pengurus diminta turun ke lapangan, membangun komunikasi dengan petani, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi anggota.
Menurut Nyanyang, kolaborasi antarkabupaten/kota menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi. Setiap daerah punya karakteristik dan potensi berbeda yang bisa dikembangkan secara terpadu untuk mendukung ketahanan pangan Kepri.
HKTI harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan petani dengan berbagai program pemerintah. Keberadaan organisasi diharapkan memberi manfaat yang lebih konkret, tidak hanya bagi petani tetapi juga nelayan.
Nyanyang mengapresiasi jajaran pengurus DPD, DPC, dan mitra lapangan yang selama ini bergerak bersama petani dan nelayan di Kepri. Melalui Rakerda I, ia berharap HKTI Kepri menghasilkan program kerja yang tidak sekadar memperkuat kelembagaan, tetapi berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan anggota.
Rakerda ini menjadi tolok ukur awal bagi pengurus baru dalam merancang langkah strategis ke depan. Seluruh masukan dari kabupaten/kota akan dirangkum menjadi pedoman kerja organisasi hingga periode berikutnya.