KEPULAUAN RIAU — Harga emas Antam memang sedang dalam tren menurun dalam beberapa hari terakhir. Setelah sempat bertahan di atas Rp2,7 juta per gram, kini harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk itu kembali berada di bawah level tersebut. Penurunan ini terjadi pada berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Menurut laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram pada Selasa ini dibanderol Rp2.664.000. Angka ini turun tipis Rp6.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Adapun harga pembelian kembali atau buyback tercatat Rp2.517.000 per gram.
Penurunan harga emas otomatis mengubah harga jual untuk seluruh ukuran. Berikut daftar lengkap harga emas batangan Antam per Selasa (1/9/2026):
Yang perlu diperhatikan investor adalah harga buyback yang turun ke Rp2.517.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali kini mencapai Rp147.000 per gram, atau sekitar 5,5 persen dari harga jual.
Selisih ini menjadi ukuran penting bagi mereka yang ingin berinvestasi emas fisik. Semakin besar jaraknya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas ketika harga emas naik. Namun bagi pembeli yang berniat menyimpan emas dalam jangka panjang, fluktuasi harian seperti ini biasanya tidak banyak mengubah strategi.
Harga emas Antam sendiri telah beberapa kali bergerak turun sejak akhir Agustus lalu. Tekanan global terhadap harga emas, termasuk pergerakan dolar AS dan suku bunga acuan, ikut memengaruhi harga logam mulia di pasar domestik. Meski begitu, posisi harga hari ini masih lebih tinggi dibandingkan awal tahun yang berada di kisaran Rp2,3 jutaan per gram — menunjukkan penguatan signifikan sepanjang 2026.
Bagi masyarakat yang hendak membeli emas batangan, penting untuk memantau harga harian karena pergerakannya cukup dinamis. Sementara bagi yang berniat menjual, harga buyback yang ditetapkan Antam bisa menjadi acuan sebelum memutuskan waktu yang tepat.
Dengan harga yang terus berfluktuasi, emas tetap menjadi pilihan investasi yang diminati di tengah ketidakpastian ekonomi. Akan tetapi, seperti instrumen lain, keuntungan hanya bisa diraih jika pembeli memahami siklus harga dan tidak terjebak pada perubahan jangka pendek.