Laba ITSEC Asia Melonjak 1.171% Sepanjang Semester I-2026

Penulis: Faisal Hasbi  •  Selasa, 01 September 2026 | 13:13:01 WIB
Laba usaha PT ITSEC Asia Tbk melonjak 1.171 persen secara tahunan menjadi Rp23,01 miliar pada kuartal kedua 2026.

KEPULAUAN RIAU — PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatatkan kinerja impresif sepanjang kuartal kedua 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, laba usaha perusahaan melesat 1.171 persen secara tahunan, dari Rp1,81 miliar menjadi Rp23,01 miliar. Lonjakan ini menandai perbaikan signifikan margin laba usaha, yang naik dari 1,9 persen menjadi 20 persen.

Pendapatan Tumbuh, Margin Proyek Membaik

Pendapatan perusahaan pada periode yang berakhir 30 Juni 2026 tercatat Rp115,03 miliar, tumbuh 21 persen dibandingkan Rp95,05 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Laba sebelum pajak bahkan melonjak lebih tajam, 1.407 persen menjadi Rp22,69 miliar, dengan margin meningkat dari 1,6 persen menjadi 19,7 persen.

Perbaikan margin ini menjadi sinyal penting bagi investor. Artinya, perusahaan tidak hanya memperbesar skala pendapatan, tetapi juga mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek.

Serobot Pasar Keamanan Siber BUMN dan Pemerintah

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong realisasi sejumlah proyek utama. Ia menegaskan perusahaan tengah gencar mengejar peluang di segmen korporasi, BUMN, dan instansi pemerintah.

“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat,” ujar Patrick dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pengamanan data di tengah transformasi digital yang masif di sektor publik. Ancaman siber yang kian kompleks membuat pemerintah dan perusahaan pelat merah semakin sadar akan pentingnya investasi di bidang ini.

Posisi Keuangan Kian Kokoh

Secara fundamental, kondisi keuangan ITSEC Asia juga terus menguat. Total aset perusahaan mencapai Rp485,4 miliar per 30 Juni 2026, naik dari Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025. Ekuitas juga tumbuh menjadi Rp312,4 miliar dari sebelumnya Rp256,2 miliar.

Untuk periode enam bulan penuh, pendapatan perusahaan tercatat Rp201,2 miliar, sementara laba bersih yang dibukukan mencapai Rp34,3 miliar. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan semester I-2025 yang mencatat laba bersih Rp36,7 miliar, namun struktur pendapatan diyakini lebih sehat.

Ke depan, perusahaan berencana memperkuat kapabilitas di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI). Pengembangan talenta juga menjadi prioritas utama untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut. Fokus kami saat ini adalah menjaga momentum tersebut sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis,” tutup Patrick.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top