BATAM — Pembangunan sarana ekonomi warga di Kota Batam terus berjalan. Dari total 42 lokasi yang dicanangkan pada gelombang pertama, lebih dari separuhnya kini telah berdiri kokoh dan siap digunakan.
Salim merinci, beberapa bangunan yang telah selesai antara lain berada di Kelurahan Tembesi, Sungai Langkai, Tiban Indah, Duriangkang, Patam Lestari, dan Sungai Binti.
Tidak semua lokasi berjalan dengan kecepatan yang sama. Masih ada sejumlah bangunan yang konstruksinya berada di kisaran 60 hingga 80 persen, seperti di Kelurahan Sagulung Kota, Galang Baru, Subang Mas, dan Buliang.
Sementara itu, progres pembangunan yang berada di angka 30 hingga 50 persen terjadi di Kelurahan Tanjung Sari, Tanjung Uma, Tanjung Uncang, Pemping, serta Pulau Terong. Perbedaan tahapan ini disebut wajar karena kondisi lapangan tiap kelurahan berbeda.
Dari sisi aset, mayoritas lahan pembangunan merupakan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, yakni sebanyak 33 lokasi. Sisanya tersebar di lahan milik BP Batam sebanyak tiga titik, hibah masyarakat empat titik, serta satu titik di atas lahan milik Bea Cukai. Satu lokasi lainnya masih dalam proses pengurusan oleh pemkot.
Meski bangunan fisik telah berdiri, proses verifikasi dan validasi belum dapat dilakukan. Diskum Batam masih menunggu dokumen perencanaan pembangunan dari PT Agrinas selaku pelaksana proyek.
"Kita lagi surati pihak pelaksana proyek pembangunan PT Agrinas untuk mendapatkan gambar perencanaan pembangunan sebagai dasar kita melakukan verifikasi dan validasi terhadap bangunan yang sudah 100 persen," kata Salim saat dihubungi di Batam, Kamis.
Dokumen tersebut menjadi penting untuk memastikan hasil pembangunan di lapangan sesuai dengan perencanaan awal. Jika ditemukan perubahan, Diskum Batam juga akan meminta penjelasan atas perubahan tersebut.
Sebagai gambaran, Kota Batam memiliki 64 kelurahan. Pada pembangunan tahap pertama ini, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih baru menjangkau 42 lokasi.
Salim menambahkan, 22 titik yang masih dalam tahap penyiapan lahan akan diprioritaskan masuk ke dalam pembangunan tahap kedua. Hal ini memastikan penyelesaian 42 titik di tahap pertama tetap menjadi fokus utama sebelum melanjutkan ke lokasi baru.
Program ini merupakan bagian dari arahan pemerintah pusat untuk menghadirkan unit usaha koperasi hingga ke tingkat kelurahan, guna memperkuat perekonomian dan akses warga terhadap layanan keuangan serta kebutuhan pokok.