KEPULAUAN RIAU — Laporan dari The Verge dan Bloomberg pada Senin (14/4) mengungkapkan bahwa Microsoft bersiap menutup setidaknya tiga studio first-party di bawah bendera Xbox Game Studios. Kabar ini muncul di tengah restrukturisasi internal yang kian agresif setelah akuisisi Activision Blizzard senilai USD 69 miliar (sekitar Rp 1.138 triliun) rampung pada akhir 2023.
Nasib Tiga Studio: Antara Tutup atau Merdeka
Ninja Theory, pengembang seri Hellblade, disebut sudah memberi tahu karyawannya pada Senin bahwa studio akan segera ditutup. Tim kini berupaya mencari pembeli agar operasional bisa berlanjut. Studio ini baru saja memamerkan entri baru seri Hellblade di ajang Xbox Summer Game Fest 2025 yang direncanakan rilis pada 2027.
Double Fine, studio legendaris di balik Psychonauts dan Brütal Legend yang didirikan Tim Schafer pada 2000, tengah dalam negosiasi aktif untuk membeli kembali perusahaannya dari Xbox. Bloomberg melaporkan langkah ini diambil agar Double Fine tidak ditutup sepenuhnya.
Compulsion Games, studio Montreal yang merilis South of Midnight pada April 2025, berada di posisi serupa. Mereka juga disebut sedang bernegosiasi untuk masa depan mereka.
Gelombang PHK Belum Usai
Sejak mengakuisisi ZeniMax Media pada 2020-2021 dan Activision Blizzard pada 2023, Microsoft telah memberlakukan puluhan ribu PHK di divisi gamenya. Studio yang sudah ditutup sebelumnya termasuk The Initiative. Bloomberg menambahkan bahwa beberapa studio lain di bawah naungan Xbox Game Studios juga tengah merundingkan nasib mereka dan berisiko ditutup.
Xbox Game Studios saat ini membawahi puluhan pengembang, termasuk Arkane, Bethesda, Halo Studios, id Software, Obsidian, Playground Games, ZeniMax, dan Activision Blizzard King. Kami telah menghubungi Xbox untuk klarifikasi terkait laporan penutupan dan negosiasi ini.
Pergantian Pucuk Pimpinan Xbox
Phil Spencer, yang memimpin divisi Xbox selama bertahun-tahun, mundur tahun ini dan digantikan oleh CEO baru Asha Sharma. Perubahan eksekutif juga terjadi di level lain. Pada hari yang sama dengan laporan penutupan studio, Craig Duncan, kepala Xbox Game Studios yang baru menjabat sejak Oktober 2024, meninggalkan perusahaan.
Karyawan Xbox kini bersiap menghadapi lebih banyak PHK pada 2026 setelah memo internal dari Sharma pada pertengahan Juni 2025 — tepat setelah Summer Game Fest usai — memberikan nada suram tentang masa depan divisi game Microsoft.