Pencarian

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Kepri, Gubernur Ansar Jadi Responden Pertama

Rabu, 17 Juni 2026 • 20:04:31 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Kepri, Gubernur Ansar Jadi Responden Pertama
Gubernur Ansar Ahmad menjadi responden pertama dalam Sensus Ekonomi 2026 di Kepri.

TANJUNGPINANG — Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebut Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk mengasah potensi ekonomi Kepulauan Riau. Provinsi ini dinilai memiliki struktur perekonomian unik yang memadukan industri pengolahan, sumber daya alam, dan digitalisasi.

"Permata biru memiliki potensi ekonomi luar biasa, makanya Sensus Ekonomi hadir untuk mengasah permata biru," kata Amalia saat pencanangan di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.

1.589 Petugas Dikerahkan ke Tujuh Kabupaten/Kota

BPS Kepri mengerahkan 1.589 petugas sensus yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Pendataan akan berlangsung selama 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Amalia menambahkan, sensus ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang dihasilkan akan menjadi potret ekonomi terkini Kepri untuk sepuluh tahun ke depan.

Gubernur Ansar: Data untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan pentingnya partisipasi seluruh elemen daerah. Ia telah menerbitkan surat edaran kepada bupati/wali kota, ASN, camat, lurah, kepala desa, hingga pelaku usaha untuk mendukung sensus ini.

"Sensus ini amat penting untuk melihat struktur usaha serta peluang investasi ke depan, termasuk mendorong UMKM berkembang dan naik kelas," ujar Ansar.

Ansar sendiri menjadi responden pertama Sensus Ekonomi 2026 di Kepri. Langkah ini diharapkan memotivasi masyarakat agar tidak luput dari pendataan petugas sensus.

Mengapa Kepri Jadi Prioritas Nasional?

BPS RI menempatkan Kepri sebagai salah satu provinsi utama dalam Sensus Ekonomi tahun ini. Struktur perekonomiannya yang bervariasi—dari industri pengolahan hingga ekonomi digital—menjadi alasan utama.

Konsep "Permata Biru di Gerbang Utara Indonesia" sendiri merupakan visi strategis Kepri untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim nasional. Dengan luas geografis 98 persen lautan, potensi sektor kelautan dan perikanan menjadi fokus utama.

Amalia berharap data sensus ini bisa menjadi alat kebijakan pemerintah dalam merumuskan program ekonomi inklusif menuju Indonesia Emas 2045. "Mari jadikan Sensus Ekonomi ini sebagai alat bersama mewujudkan Kepri Permata Biru di Gerbang Utara Indonesia," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks