TANJUNGPINANG — Warga Kota Tanjungpinang kembali kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi merek Minyakita di pasaran. Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riany, mengonfirmasi kelangkaan itu terjadi bukan hanya di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, melainkan juga di sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Kelangkaan Minyakita yang terjadi disebabkan oleh beberapa hal, seperti kenaikan harga bahan baku kemasan plastik, kemudian produsen yang memproduksi minyak tersebut tidak diperpanjang oleh pemerintah pusat,” kata Riany, Sabtu (20/6/2026).
Lonjakan Permintaan karena Harga Minyak Premium Masih Tinggi
Faktor lain yang memperparah kelangkaan, menurut Riany, adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Banyak warga yang beralih menggunakan Minyakita karena harga minyak goreng premium dinilai masih mahal.
“Hal ini otomatis memicu lonjakan permintaan terhadap Minyakita,” ujar dia.
Tanjungpinang Bukan Daerah Produsen, Stok Bergantung Pasokan Luar
Riany menambahkan bahwa Tanjungpinang bukan merupakan daerah produsen Minyakita. Seluruh pasokan minyak goreng bersubsidi itu harus didatangkan dari luar daerah. Kondisi ini membuat distribusi sangat bergantung pada ketersediaan dan jadwal pengiriman dari produsen.
Pihak Disdagin mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai kapan jadwal pengiriman pasokan Minyakita ke Tanjungpinang.
Apa Saran Pemerintah untuk Warga?
Di tengah ketidakpastian pasokan, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk bersabar. “Kami menyarankan agar masyarakat dapat mengonsumsi minyak goreng merek lainnya sembari menunggu pendistribusian Minyakita di pasaran kembali normal,” tutup Riany.