NATUNA — Suasana pantai yang teduh di Nirwana Beach Lanud RSA berubah menjadi arena keramaian pada Senin dini hari. Ratusan pasang mata tertuju pada layar lebar yang menampilkan pertandingan final Piala Dunia 2026. Nobar Bola Gembira yang digelar Lanud Raden Sadjad ini tidak hanya menyuguhkan tontonan kelas dunia, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi lintas instansi di Pulau Ranai.
Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, tampak hadir langsung bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA, Ny. Marni Onesmus Pasaribu. Dalam sambutannya, ia menekankan makna di balik acara yang rutin digelar setiap empat tahun sekali ini.
"Nobar ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Lanud Raden Sadjad, instansi, dan masyarakat melalui hiburan yang sehat serta menjunjung tinggi sportivitas," ujar Danlanud RSA.
Kuis Tebak Skor hingga Kehadiran Unsur Pentaheliks
Kemeriahan acara dimulai jauh sebelum kick-off. Panitia menyiapkan sejumlah permainan interaktif seperti Quiz Tebak Skor, Tebak Video, dan kuis bertema Piala Dunia yang disambut antusias para peserta. Kehadiran Kepala LPP RRI Ranai, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, serta Kepala BMKG Ranai turut memeriahkan suasana.
Tak hanya jajaran pejabat, para Kepala Dinas, Komandan Satuan, hingga ASN Lanud RSA juga terlihat berbaur dengan warga. Suasana pantai yang nyaman berpadu dengan layar besar menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dari biasanya.
Laga Sengit Berujung Dramatis di Waktu Perpanjangan
Pertandingan final berlangsung ketat. Spanyol dan Argentina saling jual beli serangan, namun waktu normal 90 menit harus berakhir tanpa gol. Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Babak perpanjangan waktu menjadi penentu. Spanyol akhirnya mampu memecah kebuntuan dan menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal tersebut mengantarkan La Furia Roja menjadi juara Piala Dunia 2026.
Sepanjang acara, situasi berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Nobar ini menjadi contoh kecil bagaimana olahraga mampu menjadi perekat sosial di tengah keterbatasan geografis wilayah perbatasan seperti Natuna.