Pencarian

Pemprov Kepri Dorong 1.398 Posyandu Jadi Pusat Pelayanan Terintegrasi, Targetkan Verifikasi Tuntas

Jumat, 24 Juli 2026 • 19:55:31 WIB
Pemprov Kepri Dorong 1.398 Posyandu Jadi Pusat Pelayanan Terintegrasi, Targetkan Verifikasi Tuntas
Sebanyak 1.398 Posyandu di Kepulauan Riau didorong menjadi pusat pelayanan dasar terintegrasi yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal.

TANJUNGPINANG — Sebanyak 1.398 Posyandu di Kepulauan Riau kini tengah didorong untuk bertransformasi menjadi simpul pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi. Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan dan Adat, Desa, PKK, dan Posyandu menegaskan komitmen ini sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Pembina Kesekretariatan Posyandu Pusat Yane Adrian Bima Arya menyebut karakteristik Kepri sebagai provinsi kepulauan membuat keberadaan Posyandu semakin krusial. Pelayanan dasar harus menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terluar yang sulit diakses.

Enam Layanan Dasar yang Diintegrasikan

Transformasi ini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang akan diintegrasikan dalam satu Posyandu. Bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), serta sosial.

"Komitmen ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Posyandu memiliki peran strategis dalam menghadirkan pelayanan dasar yang saling terintegrasi dan benar-benar dibutuhkan masyarakat," kata Yane di Tanjungpinang, Jumat.

Dengan integrasi ini, Posyandu tidak lagi sekadar tempat imunisasi atau penimbangan balita. Warga bisa mengakses layanan administrasi kependudukan, informasi pendidikan, hingga pengaduan trantibumlinmas di satu tempat yang sama.

238 Posyandu Masih dalam Proses Verifikasi

Dari total Posyandu yang ada di Kepri, sebanyak 1.398 telah terverifikasi dan teregistrasi. Namun, masih terdapat 238 Posyandu yang tengah dalam proses verifikasi.

Yane mengajak seluruh pemerintah daerah dan kader untuk mempercepat proses registrasi dan verifikasi. Targetnya, seluruh Posyandu masuk ke dalam basis data nasional guna memperkuat tata kelola dan meningkatkan kapasitas kader.

"Langkah ini penting guna memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas kader, serta mendukung pengembangan Posyandu yang semakin profesional dan berkualitas," tuturnya.

Kader Jadi Ujung Tombak Transformasi

Pembina Posyandu Provinsi Kepri Dewi Kumalasari menekankan peran kader sebagai ujung tombak pelaksanaan enam bidang SPM tersebut. Menurutnya, keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di lapangan.

"Transformasi Posyandu yang mengintegrasikan enam bidang SPM diharapkan menjadi bukti bahwa pelayanan dasar pemerintah dapat diterima masyarakat secara lebih optimal," ujar Dewi.

Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat berkomitmen terus memperkuat peran Posyandu. Keberhasilan transformasi di Kepri diharapkan menjadi contoh bagi daerah kepulauan lainnya di Indonesia.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks