TANJUNGPINANG — Kepala BKAD Provinsi Kepulauan Riau, Venni Meitaria Detiawati, memastikan bantuan sosial (bansos) sudah mulai mengalir ke masyarakat meski laporan keuangan masih mencatat realisasi 0 persen. Keterlambatan entri administrasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi penyebab data tidak langsung terpantau. Venni menyebut, bantuan sembako dari Dinas Sosial sudah cair dan hanya menunggu pembaruan sistem.
Realisasi 0 Persen Bukan Berarti Belum Tersalurkan
“Bansos sebenarnya sudah ada yang cair, contohnya bantuan sembako di Dinas Sosial,” kata Venni kepada Harian Kepri beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa OPD belum menyelesaikan entri administrasi pada aplikasi keuangan daerah, sehingga sistem masih menampilkan realisasi 0 persen.
Menurut Venni, BKAD telah memproses pencairan anggaran melalui Surat Perintah Membayar (SPM). Namun, setelah itu OPD wajib meng-input Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan laporan realisasi ke dalam sistem. “Ini masalah teknis administrasi pelaporan di aplikasi. OPD wajib mengentri kembali SPJ,” ujarnya.
Proses Entri SPJ Jadi Kunci Update Data
Venni menegaskan bahwa sistem keuangan daerah akan memperbarui data secara langsung setelah OPD menyelesaikan seluruh dokumen pertanggungjawaban. “Angka itu akan terbarui di sistem setelah OPD menyelesaikan entri pelaporan administrasi SPJ,” pungkasnya.
Belum ada target waktu pasti kapan seluruh entri rampung. BKAD mendorong OPD untuk segera menyelesaikan administrasi agar laporan realisasi bansos bisa terpantau akurat.
Pewarta: Sihar