BATAM — Belokan angin (shearline) yang didukung tingginya kelembapan udara atmosfer menjadi pemicu utama meluasnya awan hujan di Provinsi Kepulauan Riau. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengidentifikasi kondisi ini dalam prakiraan cuaca yang dirilis Sabtu (25/7/2026).
Secara umum, cuaca di Kepri diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang merata di sebagian besar kabupaten/kota. Namun, akumulasi curah hujan harian kategori 20–50 milimeter diperkirakan terjadi di enam wilayah pada hari Minggu.
Enam Wilayah Berpotensi Hujan Sedang
BMKG menyebutkan daerah yang masuk zona waspada meliputi:
- Kota Batam
- Kota Tanjungpinang
- Kabupaten Bintan
- Kabupaten Karimun
- Kabupaten Natuna
- Kabupaten Kepulauan Anambas
Intensitas hujan sedang ini berlangsung sejak siang hari Minggu. Masyarakat di perkotaan seperti Batam dan Tanjungpinang yang memiliki drainase terbatas diimbau mengantisipasi genangan.
Penyebab: Shearline dan Kelembapan Tinggi
Fenomena belokan angin atau shearline terjadi akibat pertemuan massa udara dengan arah berbeda di atas perairan Kepri. Ditambah kelembapan atmosfer yang tinggi, kondisi ini memicu pertumbuhan awan-awan hujan secara intensif.
BMKG tidak menyebutkan potensi hujan ekstrem, tetapi mengingatkan bahwa akumulasi 20–50 mm per hari sudah termasuk kategori sedang yang bisa mengganggu aktivitas luar ruangan dan meningkatkan risiko banjir di titik rendah.
Imbauan BMKG untuk Warga
Pihak BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak hujan dengan durasi cukup lama. Bagi nelayan dan pelaku transportasi laut di perairan Batam, Karimun, dan Anambas, kondisi cuaca ini perlu dipertimbangkan sebelum melaut.
Belum ada peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan bersamaan, namun pengguna jalan di wilayah perkotaan disarankan mengurangi kecepatan saat hujan deras. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG Hang Nadim Batam.