Pencarian

Hari Puisi Indonesia 2026 di Tanjungpinang: Puluhan Penyair dari 4 Daerah Kepri Tampil di Melayu Square

Senin, 27 Juli 2026 • 14:02:01 WIB
Hari Puisi Indonesia 2026 di Tanjungpinang: Puluhan Penyair dari 4 Daerah Kepri Tampil di Melayu Square
Melayu Square di Tanjungpinang berubah menjadi panggung sastra terbuka pada peringatan Hari Puisi Indonesia 2026.

TANJUNGPINANG — Melayu Square yang biasa ramai dengan aktivitas warga sore hingga malam hari berubah menjadi panggung sastra terbuka pada peringatan Hari Puisi Indonesia 2026. Puluhan penyair dari berbagai penjuru Kepulauan Riau tampil bergantian, membacakan karya dengan tema beragam—dari cinta, alam Melayu, kritik sosial, hingga renungan tentang identitas kebahasaan dan kebudayaan.

Ketua Perhimpunan Penulis Kepri, Husnizar Hood, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menghidupkan denyut kesusastraan di wilayah kepulauan ini. Menurutnya, peringatan Hari Puisi Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana merawat tradisi lisan dan tulisan yang menjadi bagian dari identitas budaya Melayu.

Regenerasi Sastra Berjalan di Atas Panggung yang Sama

Kolaborasi antara generasi lama dan baru dalam satu panggung menjadi bukti bahwa regenerasi sastra di Kepri berjalan berkesinambungan. Penyair senior seperti Mastur Taher, Zainal Takdir, dan Roy tampil bergantian dengan nama-nama muda seperti Yoan Nugraha, Robby Patria, Faizal Adam, Ayu, Indra, Celsea, dan Dian.

Suasana hangat dan akrab terasa sepanjang acara. Para penyair muda mendapat ruang belajar langsung dari senior yang sudah malang melintang di kancah kesastraan nasional. Ini menjadi momentum penting bagi pengembangan kemampuan bersastra generasi penerus.

Hiburan Alternatif di Tengah Dominasi Budaya Populer

Bagi masyarakat yang mengikuti jalannya acara, peringatan ini menjadi sajian hiburan tersendiri di tengah gemuruh hiburan populer yang lebih dulu mendominasi ruang publik. Melayu Square sejenak berubah menjadi tempat kata-kata dilantunkan dengan penuh penghayatan.

Sekretaris Perhimpunan Penulis Kepri sekaligus Ketua SatuPena Kepri, Robby Patria, menambahkan bahwa kegiatan baca puisi di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya populer menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mendekatkan sastra kepada masyarakat luas. “Kita upayakan terus ada acara baca puisi. Dan teman-teman sastrawan mendukung,” ujarnya.

Memperkuat Posisi Kepri sebagai Simpul Sastra Nasional

Kehadiran penyair dari empat daerah sekaligus menunjukkan bahwa semangat berpuisi di provinsi ini tidak hanya berpusat di satu kota, melainkan tumbuh merata di berbagai wilayah kepulauan. Dengan antusiasme peserta dan penonton, peringatan Hari Puisi Indonesia 2026 di Tanjungpinang diharapkan menjadi agenda rutin yang terus berkembang.

Acara semacam ini dinilai penting sebagai momentum mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya bahasa dan sastra sebagai warisan yang harus terus dijaga. Perhimpunan Penulis Kepri berkomitmen untuk terus menghidupkan denyut kesusastraan di wilayah kepulauan ini, walaupun dengan apa adanya.

Bagikan
Sumber: kabarbatam.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks