BATAM — Firmansyah mengingatkan bahwa gedung-gedung tinggi dan infrastruktur modern tidak akan berarti jika masyarakatnya belum siap secara intelektual dan mental. “Apa artinya kota yang modern jika masyarakatnya belum siap secara kapasitas intelektual dan mental? Di sinilah literasi memegang peranan penting,” tegasnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Literasi Jadi Indikator Kesiapan Warga Hadapi Tantangan Zaman
Menurut Firmansyah, misi besar Pemko Batam untuk mewujudkan kota madani tidak cukup diukur dari bangunan fisik semata. Ciri utama kota madani, kata dia, adalah masyarakat yang berilmu, berbudaya, dan berpikir maju. “Budaya membaca merupakan pintu utama menuju terwujudnya masyarakat yang madani,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) bukan sekadar target administratif. Indeks tersebut, lanjut Firmansyah, menjadi cermin kesiapan warga dalam menghadapi tantangan zaman dan kemampuan mereka berkontribusi bagi kota melalui inovasi dan kreativitas.
Pemkot Ajak Semua Elemen Bersinergi Bangun Generasi Cerdas
Firmansyah mengakui bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menggenjot budaya baca. Ia mendorong satuan pendidikan, perpustakaan, komunitas literasi, dan masyarakat luas untuk turun tangan. “Mari kita bersinergi dan menyatukan langkah untuk membangun generasi yang cerdas, berbudaya literasi, serta siap membawa Kota Batam semakin maju dan berdaya saing di tingkat global,” tutupnya.
Kadis Perpus: Kolaborasi Kunci Tingkatkan Indeks Literasi Batam
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Herman Rozie, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan tentang urgensi budaya baca. Menurut Herman, penguatan literasi hanya bisa berhasil jika ada kolaborasi dari semua elemen. “Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun sinergi dalam menyusun strategi yang efektif untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Batam,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, ini diikuti oleh perwakilan perpustakaan sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kelurahan, dan para kepala sekolah se-Kota Batam.