Daftar Harga BBM Pertamina di Kepulauan Riau Per 1 Mei 2026

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 06:22:52 WIB
Harga BBM Pertamina di Kepulauan Riau tetap stabil per 1 Mei 2026.

PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM di seluruh wilayah Kepulauan Riau tetap stabil dan tidak mengalami perubahan per 1 Mei 2026. Kebijakan ini tetap mengacu pada penyesuaian terakhir pada April lalu meskipun tren harga minyak mentah dunia saat ini dilaporkan sedang mengalami kenaikan cukup tajam.

TANJUNGPINANG — PT Pertamina Patra Niaga mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Riau tetap stabil pada periode 1 Mei 2026. Keputusan ini membuat harga jual di seluruh SPBU Kepri masih mengacu pada penyesuaian terakhir yang dilakukan perusahaan pada 18 April 2026.

Hingga Jumat (1/5), belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga, baik untuk jenis BBM subsidi maupun nonsubsidi. Masyarakat di Batam, Tanjungpinang, hingga Natuna dipastikan masih akan mendapatkan harga yang sama dengan periode akhir bulan lalu.

Informasi ini diperkuat melalui rilis resmi PT Pertamina Patra Niaga terkait harga BBM nasional per 1 Mei 2026. Ketetapan ini berlaku untuk seluruh jenis produk mulai dari Pertalite hingga Pertamina Dex.

Rincian Harga BBM Nonsubsidi di Kepulauan Riau

Berdasarkan data resmi Pertamina, terdapat variasi harga untuk jenis BBM nonsubsidi di berbagai wilayah Indonesia. Untuk wilayah Kepulauan Riau yang memiliki kebijakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) tertentu, harga dipatok pada level yang kompetitif namun tetap mengikuti regulasi daerah.

Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah Kepulauan Riau per 1 Mei 2026:

  • Pertamax: Rp12.900
  • Pertamax Turbo: Rp20.250
  • Dexlite: Rp24.650
  • Pertamina Dex: Rp24.950
  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800

Harga tersebut mencerminkan perbedaan tipis dengan wilayah lain seperti Aceh atau Jakarta. Hal ini dipengaruhi oleh besaran PBBKB yang ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing provinsi sebagai bagian dari pendapatan daerah.

Faktor Pajak Daerah Pengaruhi Selisih Harga Antarwilayah

Perbedaan harga BBM nonsubsidi antarwilayah di Indonesia memang dipengaruhi oleh komponen pajak. PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa besaran PBBKB menjadi variabel utama yang membedakan harga jual akhir di tingkat SPBU dari Sabang sampai Merauke.

Di wilayah Kepulauan Riau, struktur harga telah disesuaikan agar tetap terjangkau bagi mobilitas warga kepulauan. Meskipun biaya logistik antar-pulau cukup menantang, Pertamina tetap menjaga ketersediaan stok di seluruh titik distribusi agar tidak terjadi kelangkaan.

Kestabilan harga ini memberikan kepastian bagi pelaku usaha transportasi dan logistik di Kepri. Mengingat sebagian besar distribusi barang di wilayah ini sangat bergantung pada transportasi laut dan darat yang menggunakan bahan bakar mesin diesel maupun bensin.

Tren Kenaikan Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan

Meskipun harga di SPBU dalam negeri masih stagnan, kondisi pasar global menunjukkan dinamika yang berbeda. Harga minyak dunia per 1 Mei 2026 terpantau naik tajam dan mencapai level tertinggi sejak tahun 2022.

Kenaikan harga minyak internasional ini biasanya menjadi indikator bagi pemerintah dan Pertamina dalam mengevaluasi harga BBM nonsubsidi secara berkala. Namun, untuk awal Mei ini, otoritas terkait memilih untuk mempertahankan harga lama guna menjaga daya beli masyarakat.

Warga diimbau untuk tetap memantau informasi resmi melalui kanal Pertamina atau laman resmi pemerintah daerah. Hingga saat ini, pelayanan di seluruh SPBU di Kepulauan Riau dilaporkan berjalan normal tanpa ada antrean panjang akibat isu perubahan harga.

Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Pengawasan di lapangan diperketat guna mencegah penimbunan di tengah fluktuasi harga komoditas energi di pasar global yang kian dinamis.

Reporter: Redaksi
Back to top