Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) — PT PLN (Persero) resmi mengalirkan listrik 24 jam ke dusun terpencil di Cengal setelah menyelesaikan proyek Listrik Desa yang melibatkan sinergi pemerintah, DPR, dan pihak terkait. Acara peresmian penyalaan listrik berlangsung di lokasi proyek pada Rabu lalu, dengan menghadirkan Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana, Wakil Bupati OKI Supriyanto, dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) Diksi Erfan Umar.
Pembangunan jaringan listrik di wilayah Sungai Jeruju membutuhkan solusi teknis khusus mengingat tantangan geografis berupa rawa dan sungai yang mengelilingi kawasan. PLN telah membangun jaringan listrik sepanjang 6 kilometer di wilayah tersebut, dengan total tiang listrik yang sudah terpancang namun belum terpasang kabel dan jaringan mencapai 17,4 kilometer yang tersebar di Dusun I dan Dusun VI.
General Manager PLN UID S2JB menegaskan bahwa keberhasilan elektrifikasi wilayah terpencil ini merupakan hasil dari koordinasi berbagai pihak. "Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak terkait, terutama dukungan dari DPR RI dan Pemerintah Kabupaten OKI," ujar Diksi Erfan Umar.
PLN mengakui bahwa pembangunan jaringan listrik di wilayah pedesaan tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis berupa rawa dan sungai hingga kebutuhan biaya yang besar. Namun, hal tersebut tidak menghalangi upaya PLN untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat di daerah terpencil.
"Kami tetap berupaya memberikan yang terbaik agar masyarakat dapat segera menikmati listrik. Ini membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat," jelas Diksi, menggarisbawahi komitmen jangka panjang PLN dalam mendorong pemerataan akses energi di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Akses listrik 24 jam membuka peluang bagi masyarakat Dusun I untuk mengembangkan sektor produktif, mulai dari kegiatan ekonomi rumah tangga hingga peningkatan kualitas hidup melalui penerangan dan akses informasi. Dengan infrastruktur yang telah dibangun, masyarakat setempat dapat memanfaatkan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan pengembangan usaha skala mikro.