Pencarian

AJI Tanjungpinang Ajak Mahasiswa Nobar Film 'Pesta Babi', Belajar Jurnalisme Investigasi dari Kasus Papua

Minggu, 24 Mei 2026 • 13:52:01 WIB
AJI Tanjungpinang Ajak Mahasiswa Nobar Film 'Pesta Babi', Belajar Jurnalisme Investigasi dari Kasus Papua
Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepri mengikuti nobar film dokumenter investigasi 'Pesta Babi' bersama AJI Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang kembali membuka ruang belajar jurnalistik bagi mahasiswa. Kali ini, mereka menggelar nonton bareng film dokumenter investigasi berjudul Pesta Babi bersama mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Senin lalu.

Film berdurasi 95 menit itu bukan tontonan biasa. Pesta Babi mengupas tiga lapis persoalan di Papua: perampasan tanah adat untuk agribisnis, deforestasi hutan primer, hingga dugaan militerisasi pengamanan proyek investasi. Sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale merangkainya dengan pendekatan riset sejarah, antropologi, dan jurnalistik investigatif.

Belajar dari Kasus Nyata, Bukan Teori di Kelas

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan kegiatan ini sengaja diadakan atas permintaan mahasiswa yang ingin memperdalam pemahaman tentang jurnalisme investigasi. "Kami hanya sebagai wadah untuk adik-adik siswa belajar bagaimana membuat produk investigasi," ujarnya di Sekretariat AJI Tanjungpinang.

Menurut Sutana, film dokumenter seperti Pesta Babi penting karena mampu membuka wawasan mahasiswa terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang terjadi di daerah, termasuk Kepulauan Riau. "Sebelumnya adik-adik mahasiswa ini telah mendapat pelatihan, sehingga ini sarana jadi praktik ilmu yang sudah didapat sebelumnya," tambahnya.

Donasi untuk Papua, Solidaritas dari Tanjungpinang

Sebelum nobar dimulai, mahasiswa STAIN SAR Bintan menggalang donasi. Hasilnya disalurkan untuk masyarakat Papua yang terdampak dari persoalan yang diangkat dalam film tersebut. Ini bukan kali pertama AJI Tanjungpinang menggelar nobar film dokumenter. Sebelumnya, Sexy Killers juga pernah diputar dan mendapat respons besar dari pelajar.

Film Pesta Babi sendiri diproduksi Watchdoc bersama Jubi Media, Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia. Judulnya diambil dari tradisi adat Awon Atatbon suku Muyu, ritual besar yang hanya bisa berlangsung bila hutan tetap lestari. Ironisnya, hutan tempat ritual itu justru menjadi sasaran ekspansi agribisnis.

AJI Tanjungpinang berharap kegiatan serupa terus berlanjut. Tujuannya, mahasiswa semakin memahami pentingnya jurnalisme investigasi sebagai kontrol sosial dan pengungkap informasi kepada publik secara mendalam.

Bagikan
Sumber: ulasan.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks