LINGGA — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, H. Armia, menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Batam Tectona, khususnya kepada H. Riyanto atau yang akrab disapa Pak Ameng. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi nyata klub dalam membina atlet muda dari wilayah kepulauan untuk bersaing di level nasional.
Langkah Batam Tectona dinilai memberikan kesempatan berharga bagi putra daerah dari tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau, termasuk Lingga, untuk unjuk gigi. Saat ini, Batam Tectona tengah berjuang mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Voli U-18 yang berlangsung di Jakarta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Batam Tectona, terutama Pak Ameng, yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak pulau, khususnya dari Kabupaten Lingga, untuk bergabung dan memperkuat tim di ajang nasional,” ujar Armia.
Kehadiran dua atlet asal Lingga, yakni M. Dafa Riski Centeng (kelahiran 2010) dan M. Rafa Air Salak (kelahiran 2009), membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing dengan pemain dari daerah lain. Armia menyebut pencapaian ini sebagai prestasi luar biasa bagi dunia olahraga Lingga.
Dalam perjalanannya di Jakarta, Batam Tectona mencatatkan performa impresif dengan menumbangkan Pasundan, klub voli ternama asal Jawa Barat. Kemenangan ini memperlebar jalan tim Kepri untuk mengamankan tiket juara pool dan melaju ke babak selanjutnya.
“Ini merupakan pencapaian luar biasa. Mereka mampu bersaing di tingkat nasional. Bahkan, Batam Tectona berhasil meraih kemenangan atas Pasundan, klub ternama asal Jawa Barat. Kemenangan ini membuka peluang besar untuk mengamankan tiket juara pool,” tambahnya.
Selain peran klub, Armia juga menyoroti dedikasi pelatih Said Muriza, atau yang akrab dipanggil Anjang Muri. Menurutnya, tangan dingin Anjang Muri menjadi kunci di balik lahirnya atlet-atlet voli berbakat dari Bumi Bunda Tanah Melayu.
“Kami bangga memiliki pelatih seperti Anjang Muri. Beliau tidak banyak bicara, tidak mengeluh, tetapi terus bekerja dan membuktikan hasil nyata melalui prestasi anak didiknya,” tegas Sekda Lingga tersebut.
Said Muriza sendiri menekankan bahwa keberhasilan Dafa dan Rafa menembus skuad Kejurnas bukan terjadi secara instan. Proses panjang melalui latihan disiplin dan dukungan penuh orang tua menjadi fondasi utama perkembangan para atlet muda ini.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi para atlet. Latihan yang konsisten, dukungan orang tua, serta kepercayaan dari berbagai pihak menjadi kunci utama perkembangan mereka,” ungkap Said.
Pemerintah Kabupaten Lingga berharap kolaborasi antara pembina di daerah dan klub profesional seperti Batam Tectona terus berlanjut. Targetnya, semakin banyak atlet muda Lingga yang tidak hanya berlaga di level nasional, tetapi juga mampu menembus kancah internasional di masa depan.