Cara Unik Pemkot Batam Edukasi Anak Makan Ikan Pakai Dongeng

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 12:02:55 WIB
Pendongeng dari Rumah Dongeng Indonesia mengajak siswa SD 010 Batam belajar manfaat makan ikan melalui cerita interaktif.

BATAM — Dinas Perikanan Kota Batam mulai menggeser fokus program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dari kalangan ibu rumah tangga ke anak-anak usia dini. Evaluasi pemerintah setempat menunjukkan bahwa tantangan utama rendahnya konsumsi ikan justru berada pada preferensi selera anak-anak.

Mengapa Dongeng Jadi Pilihan Edukasi Anak?

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menjelaskan bahwa pendekatan komunikatif diperlukan agar pesan mengenai nutrisi ikan bisa diterima tanpa kesan menggurui. Dalam kegiatan di SD 010 Batam pada Rabu, sebanyak 211 siswa kelas 3 diajak berinteraksi dengan pendongeng dari Rumah Dongeng Indonesia wilayah Kepri.

“Sosialisasi Gemarikan ini sebelumnya banyak dilakukan kepada ibu-ibu, namun kita melihat yang paling sulit mengonsumsi ikan adalah anak-anak. Maka sekarang kita fokuskan edukasi kepada anak-anak,” ujar Yudi di Batam.

Melalui cerita interaktif, para siswa diperkenalkan pada manfaat kandungan protein dan omega-3 untuk kecerdasan otak. Metode ini dinilai lebih efektif membuat anak-anak tertarik secara sukarela meminta menu ikan kepada orang tua mereka saat di rumah.

Dukung Kebijakan Makan Bergizi Gratis

Program edukasi ini juga dirancang untuk menyelaraskan kebijakan pusat terkait Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah menargetkan anak-anak di Batam dapat mengonsumsi lauk ikan minimal dua hingga tiga kali dalam satu minggu.

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSPP) Diskan Batam, Ute Rambe, menekankan bahwa selain dongeng, kegiatan diisi dengan makan bersama menu ikan dan kuis. Pola ini dianggap paling sesuai dengan psikologi perkembangan anak agar mereka memahami pentingnya gizi sejak dini.

“Melalui dongeng, anak-anak jadi lebih mudah memahami kenapa harus makan ikan. Harapannya setelah pulang, mereka mau meminta kepada orang tuanya untuk makan ikan di rumah,” kata Yudi menambahkan.

Fokus Sasar Wilayah Perkotaan Batam

Dinas Perikanan Batam menjadwalkan sosialisasi serupa di sembilan kecamatan yang berada di wilayah daratan (mainland). Fokus ini dipilih karena adanya ketimpangan pola konsumsi antara warga kota dengan warga di pulau penyangga atau hinterland.

Anak-anak di wilayah pulau umumnya sudah terbiasa dengan menu laut, sementara anak di area perkotaan memiliki pilihan makanan instan yang lebih beragam. Sebagai bentuk pengenalan produk turunan, pemerintah juga membagikan abon ikan hasil olahan UMKM lokal Batam kepada para peserta.

Selain bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, peningkatan konsumsi ikan secara masif di level rumah tangga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan nelayan lokal di Kepulauan Riau.

Reporter: Irwansyah Hakim
Back to top