NATUNA — Pekerjaan rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Ibnu Hajar di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, menunjukkan tren positif. Proyek yang dibiayai melalui APBN ini ditargetkan selesai lebih awal agar para siswa tidak lagi menumpang belajar di sekolah lain saat memasuki tahun ajaran baru mendatang.
Pelaksana kegiatan, Wan Ricco Saputra, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan tanpa mengurangi kualitas spesifikasi teknis. Hingga pekan pertama Mei 2026, realisasi pengerjaan di lapangan mencatatkan deviasi positif yang cukup signifikan dari jadwal kontrak semula.
“Alhamdulillah progres kita sudah jauh di atas target. Meski begitu, pekerjaan tetap kita gesa agar bisa selesai lebih cepat dari jadwal,” ujar Wan Ricco di Ranai, Rabu (6/5/2026).
Secara kontraktual, proyek ini sebenarnya memiliki tenggat waktu hingga Agustus 2026. Namun, pihak pelaksana berupaya merampungkan seluruh bangunan sebelum Juli agar fasilitas pendidikan tersebut siap menyambut siswa di kalender akademik yang baru.
Urgensi penyelesaian ini didasari oleh kondisi para siswa MTsS Ibnu Hajar yang saat ini masih harus menjalani aktivitas belajar mengajar dengan menumpang di gedung sekolah lain. Kehadiran gedung baru diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran di Serasan.
“Kami berharap sebelum tahun ajaran baru dimulai, sekolah ini sudah bisa digunakan. Saat ini para siswa masih menumpang belajar di sekolah lain,” kata Wan Ricco menambahkan.
Proyek ini mencakup rehabilitasi berat terhadap bangunan lama yang kondisinya sudah tidak layak pakai. Sebanyak delapan ruang kelas dibongkar total untuk dibangun kembali dari fondasi awal, sementara dua ruang kelas lainnya mendapatkan renovasi pada bagian atap, plafon, hingga pengecatan ulang.
Selain fokus pada ruang kelas, kontraktor juga membangun sejumlah fasilitas penunjang untuk meningkatkan standar sanitasi dan kenyamanan sekolah. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan unit WC tiga pintu, pagar keliling sekolah, penataan halaman, serta penyediaan sarana air bersih melalui sumur dan tandon air.
Saat ini, pengerjaan struktur utama dan pemasangan atap telah dinyatakan rampung. Tim di lapangan kini sedang fokus pada tahap penyelesaian atau finishing, yang meliputi pemasangan keramik lantai, plafon, jendela, serta pengecatan dinding.
Pihak pelaksana sempat menghadapi tantangan logistik pada awal masa konstruksi. Beberapa material bangunan dengan spesifikasi khusus kementerian tidak tersedia di pasar lokal Natuna, sehingga harus didatangkan langsung dari luar daerah melalui jalur laut.
Meski sempat terkendala jadwal pengiriman, Wan Ricco memastikan seluruh kebutuhan material saat ini sudah tersedia di lokasi proyek. Hal ini memungkinkan para pekerja untuk fokus penuh pada sisa pekerjaan finishing tanpa hambatan ketersediaan bahan bangunan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Kepulauan Riau 5. Proyek dilaksanakan oleh kontraktor KSO BKU–APR dengan nilai kontrak sebesar Rp3.012.694.368,71 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.