NATUNA — Ratusan jemaah Masjid Nurul Iman Sual menerima paket makan siang gratis dari Kantor Cabang Pegadaian Natuna pada Jumat (08/05/2026) siang. Kegiatan yang dikemas dalam program "Jumat Berkah" ini merupakan bagian dari inisiatif Mengetuk Pintu Langit (MPL) yang rutin dijalankan perusahaan.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh petugas Pegadaian sesaat setelah pelaksanaan salat Jumat berakhir. Program ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial antara institusi dengan warga sekitar, sekaligus menebar manfaat nyata di tengah masyarakat Kabupaten Natuna.
Kepala Cabang Pegadaian Natuna, Jufriadi, menjelaskan bahwa gerakan MPL ini bukan sekadar aktivitas berbagi biasa, melainkan bentuk rasa syukur atas capaian perusahaan selama ini. Ia memantau langsung jalannya distribusi paket di halaman masjid agar tepat sasaran kepada para jemaah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan keberkahan di hari Jumat yang penuh berkah. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat memberikan manfaat bagi para jemaah dan menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujar Jufriadi kepada media di sela-sela kegiatan.
Interaksi hangat terlihat antara petugas dan warga saat pembagian paket berlangsung. Antusiasme jemaah cukup tinggi, mengingat program seperti ini dinilai membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah di lingkungan Bunguran Timur.
Pihak Pegadaian berkomitmen agar aksi sosial semacam ini tidak berhenti pada satu lokasi saja. Jufriadi menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program kemasyarakatan agar dampak positifnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga yang membutuhkan di berbagai titik lainnya.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama,” tambah Jufriadi.
Ke depan, Pegadaian Natuna berencana terus mengevaluasi dan mengembangkan cakupan program MPL. Selain pembagian makanan, berbagai bentuk kepedulian sosial lainnya tengah dipertimbangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Riau tersebut.