Investasi India ke Batam Tembus Rp 258 Miliar Hingga Tahun 2025

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:27:23 WIB
Investasi India di Batam mencapai Rp 258,6 miliar hingga tahun 2025.

BATAM — Nilai ekspor Batam ke India menyentuh angka USD 521,6 juta pada kuartal pertama 2026. Capaian ini menempatkan India sebagai negara tujuan ekspor terbesar ketiga bagi kawasan pelabuhan bebas tersebut dengan kontribusi sebesar 11,14 persen dari total ekspor.

Angka perdagangan yang signifikan ini menjadi landasan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk memperluas penetrasi pasar global. Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menemui Konsul Jenderal India, Ravi Shankar Goel, di Medan pada Jumat (8/5/2026) guna membahas percepatan kerja sama ekonomi.

Fokus Pengembangan Rantai Pasok Industri Manufaktur dan Maritim

Pertemuan tersebut memetakan sejumlah sektor potensial yang akan digarap bersama. Batam membidik kolaborasi di bidang manufaktur, energi terbarukan, hingga penguatan sektor maritim guna menghadapi dinamika ekonomi global yang kian menantang.

BP Batam kini sedang mematangkan ekosistem investasi melalui penyediaan kawasan industri modern dan optimalisasi logistik internasional. Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pemain industri besar asal India untuk menanamkan modal di Kepulauan Riau.

“India adalah mitra strategis dengan potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan kami. Pertumbuhan investasi dan volume perdagangan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam,” ujar Fary Djemy Francis.

Realisasi Investasi India Capai Rp 95,2 Miliar pada 2025

Berdasarkan data resmi, total modal yang masuk dari investor India sepanjang 2016 hingga 2025 mencapai Rp 258,6 miliar. Tren positif ini mencapai puncaknya pada 2025 dengan nilai investasi tahunan sebesar Rp 95,2 miliar.

Kepercayaan investor India dipengaruhi oleh keunggulan geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura. Kebijakan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) juga menjadi faktor penentu bagi pelaku usaha internasional untuk membangun basis produksi di wilayah ini.

“Batam adalah salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Keunggulan geografis yang dekat dengan Singapura, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan Free Trade Zone menjadi daya tarik utama bagi investor,” ungkap Ravi Shankar Goel.

Agenda Forum Bisnis Hibrida dan Identifikasi Kode HS

Sebagai tindak lanjut, BP Batam dan Konsulat India sepakat menyelenggarakan forum bisnis secara hibrida dalam waktu dekat. Agenda ini akan mempertemukan langsung para pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.

Forum tersebut bakal mengidentifikasi kebutuhan produk ekspor-impor secara mendetail menggunakan sistem kode Harmonized System (HS). Strategi ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan rantai pasok secara akurat agar volume perdagangan kedua pihak meningkat secara terukur.

Kerja sama ini diharapkan memperkokoh posisi Batam sebagai gerbang ekonomi utama di Asia Tenggara. Fokus pada efisiensi logistik dan kemudahan perizinan tetap menjadi prioritas pemerintah dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: katasiber.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top