KARIMUN — Inflasi year-on-year Kabupaten Karimun per April 2026 tercatat 1 persen, posisi paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Kepri. Bupati Iskandarsyah menyampaikan apresiasi langsung kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam apel Senin pagi di halaman Kantor Bupati Karimun, Senin (11/5/2026).
“Alhamdulillah, inflasi Karimun menjadi yang terendah di Kepri dengan angka 1 persen. Ini capaian baik, hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat,” ujar Iskandarsyah.
Bupati menegaskan, harga pangan yang stabil di pasaran merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga. Ia meminta dinas terkait terus mengawasi distribusi barang kebutuhan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan, agar inflasi tetap terkendali.
“Saya meminta dinas terkait terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang dan ketersediaan pasokan agar harga tetap stabil,” katanya.
Di luar soal inflasi, Iskandarsyah juga menanggapi aspirasi pegawai soal pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia memastikan Pemkab Karimun berkomitmen mengupayakan pencairan tepat waktu dengan tetap memperhatikan kondisi kas daerah.
“Terkait TPP, kami memahami hal ini sangat dinantikan ASN. Pemerintah daerah terus berupaya agar pencairannya dapat dilakukan tepat waktu dengan tetap memperhatikan kondisi kas daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesejahteraan ASN menjadi prioritas seiring upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan optimalisasi transfer dana dari pusat maupun provinsi.
Apel pagi itu ditutup dengan ajakan Bupati kepada seluruh ASN untuk terus meningkatkan disiplin kerja dan memberikan pelayanan publik maksimal kepada masyarakat Karimun.